- Komite Disiplin AFC mendenda PSSI sebesar Rp25 juta akibat keterlambatan pendaftaran laga uji coba Timnas Indonesia U-23 vs Mali pada November 2025.
- Keterlambatan administrasi ini tercatat sebagai pelanggaran Pasal 11.15 Regulasi AFC dan merupakan kesalahan ketujuh kalinya yang dilakukan PSSI.
- Sanksi ini dipastikan tidak mengganggu persiapan Timnas Indonesia asuhan John Herdman yang akan berlaga di FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang.
Suara.com - PSSI harus menerima kabar kurang sedap usai resmi dijatuhi sanksi disiplin oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Hukuman administratif ini datang tepat saat Timnas Indonesia sedang fokus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah ajang FIFA Series 2026.
Keputusan sanksi tersebut diumumkan secara langsung melalui rilis resmi Komite Disiplin dan Etik AFC pada 25 Februari 2026 lalu.
Berdasarkan rilis tersebut, PSSI diwajibkan membayar denda sebesar 1.500 dolar AS atau setara dengan Rp25 juta.
Hukuman finansial ini diberikan lantaran federasi sepak bola Tanah Air dinilai telah melanggar Pasal 11.15 Regulasi AFC terkait penyelenggaraan pertandingan internasional.
Akar permasalahan bermula dari keterlambatan PSSI dalam mendaftarkan laga uji coba Timnas Indonesia U-23 melawan Mali pada November 2025 silam.
Fakta yang paling menjadi sorotan adalah kesalahan administratif semacam ini ternyata sudah dilakukan oleh PSSI sebanyak tujuh kali sebelumnya.
Pihak AFC memberikan tenggat waktu maksimal 30 hari sejak keputusan diterbitkan agar PSSI segera melunasi denda tersebut.
Meski mencoreng catatan administrasi federasi, sanksi ini dipastikan tidak akan mengganggu agenda partisipasi Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Baca Juga: Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
Turnamen mini antarbenua ini akan tetap berjalan sesuai rencana di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Ajang ini menjadi sangat krusial karena akan menandai debut resmi pelatih anyar asal Inggris, John Herdman, bersama Skuad Garuda.
Sebanyak empat negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen ini, yakni Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis.
Skuad Merah Putih dijadwalkan melakoni laga perdana melawan perwakilan zona CONCACAF, St. Kitts and Nevis, pada 27 Maret 2026.
Selanjutnya, laga pamungkas untuk perebutan gelar juara maupun perebutan tempat ketiga bakal diselenggarakan pada 30 Maret 2026.
Bagi John Herdman, turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk gigi melainkan panggung penting untuk mengevaluasi kekuatan taktik tim asuhannya.
FIFA Series 2026 juga menjadi sarana adaptasi yang tepat bagi para pemain untuk menghadapi gaya permainan dari konfederasi yang berbeda-beda.
Kini, PSSI dan jajaran pelatih memilih mengesampingkan masalah sanksi demi memusatkan fokus sepenuhnya pada persiapan teknis di lapangan.
Harapan besar tertumpu pada turnamen ini agar bisa menjadi momentum kebangkitan sekaligus pembentukan identitas baru bagi Timnas Indonesia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam