Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus

M Nurhadi

Senin, 02 Maret 2026 | 12:57 WIB
Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus
Ilustrasi [Antara]

Suara.com - Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel bertalu kencang di Timur Tengah meletus, pasar modal global biasanya langsung bereaksi dengan mode "panik".

Harga minyak mentah dunia yang melompat ke level psikologis baru bukan hanya menjadi beban bagi inflasi, tetapi juga menjadi momok bagi sektor-sektor yang memiliki biaya operasional tinggi.

Namun, di tengah badai volatilitas ini, tidak semua saham akan layu. Sejarah pasar modal mencatat ada beberapa sektor yang justru menjadi tempat berlindung (safe haven) atau bahkan mendapatkan durian runtuh dari kenaikan harga komoditas energi.

Meski demikian, ada sejumlah emiten yang diprediksi 'survive' di tengah ketegangan geopolitik.

1. Sektor Energi

Sektor ini adalah pilihan paling logis ketika harga minyak dunia meroket. Ketika harga minyak Brent atau WTI melonjak, margin keuntungan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah akan meningkat secara otomatis tanpa perlu menambah volume produksi secara drastis.

  • Saham Eksplorasi Minyak & Gas: Perusahaan yang memiliki cadangan migas besar akan menikmati kenaikan Average Selling Price (ASP) atau harga jual rata-rata. Di Indonesia, nama-nama seperti Medco Energi (MEDC) dan Energi Mega Persada (ENRG) sering menjadi incaran saat tensi di Timur Tengah memanas.
  • Saham Batu Bara sebagai Proxy: Jangan lupakan batu bara. Ketika harga minyak mahal, dunia sering kali melirik batu bara sebagai alternatif energi yang lebih murah untuk pembangkit listrik. Hal ini mendorong kenaikan harga batu bara global, yang memberikan keuntungan bagi raksasa seperti Adaro Energy (ADRO), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan Bukit Asam (PTBA).

2. Sektor Konsumsi Primer (Consumer Staples)

Sektor ini disebut defensive karena sifat produknya yang merupakan kebutuhan pokok. Seberapa pun mahalnya harga BBM atau setinggi apa pun inflasi, masyarakat tetap perlu makan, mandi, dan mencuci.

Perusahaan di sektor ini memiliki kemampuan pricing power yang cukup kuat untuk meneruskan kenaikan biaya logistik kepada konsumen.

baca juga
  • Makanan dan Minuman: Emiten seperti Indofood CBP (ICBP) atau Mayora Indah (MYOR) memiliki basis konsumen yang sangat loyal.
  • Kebutuhan Rumah Tangga: Meskipun tertekan biaya bahan baku plastik (turunan minyak), emiten seperti Unilever Indonesia (UNVR) atau Sumber Alfaria Trijaya (AMRT/Alfamart) tetap mampu mencatatkan arus kas yang stabil karena produk mereka dicari setiap hari.

3. Sektor Penghasil dan Pengolah Safe Haven (Emas, Perak dll)

Emas sudah sejak lama dikenal sebagai aset safe haven yang tahan terhadap guncangan ekonomi, termasuk geopolitik. di IHSG, ada beberapa emiten tambang dan pengolah emas, seperti ANTM, MDKA, ARCI, dan BRMS.

Berikut adalah daftar emiten utama yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan emas:

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Produsen emas batangan terintegrasi (Logam Mulia).
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Fokus pertambangan emas dan tembaga, termasuk proyek Tujuh Bukit.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Salah satu produsen emas dan tembaga terbesar.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Mengoperasikan beberapa tambang emas.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Perusahaan tambang emas dengan produksi aktif.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Fokus pada eksplorasi dan produksi emas.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Emiten yang fokus pada pertambangan emas.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Fokus pada pengolahan dan perhiasan emas (hilirisasi).
PT United Tractors Tbk (UNTR): Melalui anak usahanya, terlibat dalam pertambangan emas. 

4. Sektor Telekomunikasi

Di era digital 2026, konektivitas internet telah bertransformasi menjadi kebutuhan primer setingkat dengan listrik dan air. Masyarakat mungkin akan mengurangi frekuensi makan di luar saat harga BBM naik, namun mereka sangat jarang mengurangi konsumsi kuota data atau langganan internet kabel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Siapa yang Pimpin Iran Saat Ini?

Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Siapa yang Pimpin Iran Saat Ini?

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 12:41 WIB

Israel Mulai Serang Lebanon, Trump Beri Sinyal Perang Jangka Panjang

Israel Mulai Serang Lebanon, Trump Beri Sinyal Perang Jangka Panjang

News | Senin, 02 Maret 2026 | 12:40 WIB

Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran

Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 11:57 WIB

Profil Anak hingga Cucu Ayatollah Ali Khamenei yang Dikabarkan Tewas akibat Serangan Israel

Profil Anak hingga Cucu Ayatollah Ali Khamenei yang Dikabarkan Tewas akibat Serangan Israel

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 12:02 WIB

2 Kandidat Pengganti Iran Andai Mundur dari Piala Dunia 2026

2 Kandidat Pengganti Iran Andai Mundur dari Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 11:39 WIB

Skema Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Buntut Serangan AS-Israel

Skema Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Buntut Serangan AS-Israel

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Kencangkan Kulit Kendur di Usia 50 Tahun

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Kencangkan Kulit Kendur di Usia 50 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan Pertalite untuk Penuhi Kebutuhan Manado dan Sekitarnya

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan Pertalite untuk Penuhi Kebutuhan Manado dan Sekitarnya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Dua Anggota Polda Jambi Dipecat Gegara Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026

Dua Anggota Polda Jambi Dipecat Gegara Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:41 WIB

IHSG Anjlok Parah hingga Trading Halt, Dasco Minta BEI dan OJK Lakukan Ini!

IHSG Anjlok Parah hingga Trading Halt, Dasco Minta BEI dan OJK Lakukan Ini!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bagikan Masker, Dukung Kesehatan Masyarakat di Tengah Kabut Asap

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bagikan Masker, Dukung Kesehatan Masyarakat di Tengah Kabut Asap

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Siaga Bensin Langka: Ini 6 Rekomendasi Sepeda Listrik Termurah Mulai 2 Jutaan

Siaga Bensin Langka: Ini 6 Rekomendasi Sepeda Listrik Termurah Mulai 2 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Karhutla Tak Kunjung Padam! DPR Singgung Istilah 'Terorisme Ekologi' Prabowo: Jangan Cuma Jargon

Karhutla Tak Kunjung Padam! DPR Singgung Istilah 'Terorisme Ekologi' Prabowo: Jangan Cuma Jargon

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Mengenal Degree Inflation: Mengapa Gelar S1 Makin Sulit Cari Kerja?

Mengenal Degree Inflation: Mengapa Gelar S1 Makin Sulit Cari Kerja?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:30 WIB

7 Calon Rektor UNM Menjalani Pemeriksaan Kesehatan

7 Calon Rektor UNM Menjalani Pemeriksaan Kesehatan

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Mendagri Dorong Penguatan Sistem IT untuk Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial

Mendagri Dorong Penguatan Sistem IT untuk Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:26 WIB

×