- Konflik militer dengan Amerika Serikat membuat Presiden Federasi Sepakbola Iran pesimistis timnya bisa tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di AS.
- Jika Iran resmi mundur, Irak menjadi kandidat pengganti utama karena status kelolosan mereka ke playoff, disusul oleh UEA dan Oman dalam daftar prioritas.
- Peluang Timnas Indonesia menggantikan Iran sangat kecil karena secara peringkat kualifikasi masih berada di bawah Oman yang meraih poin lebih baik di putaran keempat.
Suara.com - Eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mulai merembet hingga mengancam tatanan jadwal Piala Dunia 2026.
Isu mundurnya Timnas Iran dari turnamen sepak bola terbesar sejagat itu mencuat deras seiring memanasnya situasi keamanan akibat serangan militer yang terjadi baru-baru ini.
Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, secara mengejutkan memberikan pernyataan pesimistis mengenai keikutsertaan negaranya di ajang empat tahunan tersebut.
Ia menegaskan bahwa peluang Team Melli untuk terbang ke Piala Dunia 2026 sangatlah kecil mengingat Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu negara tuan rumah.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia," ujar Mehdi Taj dikutip dari laman Sportbible.
Mehdi menyerahkan keputusan final mengenai partisipasi tim nasional kepada para pejabat tinggi olahraga di Iran dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan politik.
Situasi ini menjadi ironi besar karena berdasarkan hasil undian Grup G, Iran dijadwalkan melakoni seluruh pertandingan fase grup di tanah Amerika Serikat.
Mereka seharusnya bertanding melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta menghadapi Mesir di Seattle pada bulan Juni mendatang.
Ketidakpastian ini memicu spekulasi mengenai negara mana yang berhak menggantikan slot Iran jika pengunduran diri tersebut resmi terjadi.
Baca Juga: Kiper Bundesliga Keturunan Bali Dapat Restu Ibu Bela Timnas Indonesia
Nama Timnas Indonesia sempat dikaitkan, namun secara regulasi dan pencapaian, Skuad Garuda ternyata bukanlah prioritas utama untuk mengisi kekosongan tersebut.
Berdasarkan analisis hierarki kualifikasi zona Asia, Irak menempati urutan teratas sebagai kandidat pengganti terkuat karena statusnya yang lolos ke playoff antarkonfederasi.
Jika Irak dipromosikan menggantikan Iran, maka posisi mereka di babak playoff kemungkinan besar akan diisi oleh Uni Emirat Arab (UEA) yang melaju hingga putaran kelima kualifikasi.
Di bawah Irak dan UEA, masih ada Oman yang memiliki rekam jejak poin lebih baik dibandingkan Indonesia pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat Timnas Indonesia gagal mendulang poin di putaran keempat, Oman tercatat berhasil mengamankan satu poin yang membuat peringkat prioritasnya lebih tinggi.
Dengan demikian, Timnas Indonesia hanya menempati opsi keempat dalam daftar tunggu, sehingga peluang tampil di Piala Dunia 2026 melalui jalur ini terbilang hampir mustahil.