Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 08:21 WIB
Bursa Kripto Jadi Acuan Harga Emas Dunia saat Pasar AS Tutup di Tengah Perang
Ilustarsi emas (Pexels/Michael Steinberg)
baca 10 detik
  • Ketegangan Timur Tengah pada Maret 2026 menyebabkan mekanisme penemuan harga emas beralih ke jaringan blockchain saat pasar konvensional tutup.
  • Pasar berbasis blockchain kini mengontrol hampir 100% penemuan harga emas publik selama akhir pekan perdagangan CME berhenti.
  • Emas terdigitalisasi menunjukkan pertumbuhan signifikan; kapitalisasinya mencapai $4,4 miliar dengan 115.000 dompet pengguna baru.

Suara.com - Saat perang dunia mulai mengancam seiring ketegangan Timur Tengah akibat konfrontasi Iran, Israel dan AS pada Maret 2026, sebuah fenomena baru muncul dalam mekanisme penentuan harga emas dunia.

Ketika pasar berjangka konvensional di Amerika Serikat (CME) menutup aktivitasnya di akhir pekan, peran penemuan harga (price discovery) kini beralih sepenuhnya ke jaringan blockchain.

Iggy Ioppe, Chief Investment Officer (CIO) di Theo sekaligus mantan CIO Credit Suisse, mengungkapkan bahwa pasar berbasis blockchain kini memegang kendali penuh atas pergerakan harga emas selama hari Sabtu dan Minggu.

Menurut kajian Kitco, hal ini menciptakan peluang arbitrase bagi para trader yang mampu menavigasi kedua pasar tersebut secara simultan.

Sebagai informasi, perdagangan emas berjangka di CME berhenti setiap Jumat pukul 17.00 waktu Timur AS dan baru dibuka kembali pada Minggu pukul 18.00. Selama jeda tersebut, transaksi tradisional biasanya terjadi secara privat di Asia melalui pasar over-the-counter (OTC) yang tidak dilaporkan secara publik.

Di sinilah peran aset emas terdigitalisasi atau tokenized gold seperti PAXG dan XAUt menjadi krusial.

Karena diperdagangkan secara terus-menerus dan transparan di blockchain, aset-aset ini menjadi satu-satunya instrumen yang memberikan informasi harga emas secara real-time kepada publik global saat platform lain mati suri.

"Dalam hal pembentukan harga yang terlihat secara publik, pasar on-chain (blockchain) bertanggung jawab atas hampir 100% penemuan harga di akhir pekan," jelas Ioppe dalam wawancaranya baru-baru ini.

Bukti keakuratannya terlihat saat pasar CME dibuka kembali pada Senin pagi; harga emas sering kali langsung menyesuaikan diri dengan pergerakan yang sudah lebih dulu terjadi di pasar blockchain selama akhir pekan.

baca juga

Pasar emas berbasis blockchain telah mengalami lonjakan likuiditas yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Berikut adalah beberapa data kunci pertumbuhannya:

  • Kapitalisasi Pasar: Nilai pasar emas yang ditokenisasi mencapai US$4,4 miliar, melonjak hampir US$2,8 miliar dalam satu tahun terakhir saja.
  • Jumlah Pengguna: Jumlah dompet digital (wallet) baru yang menyimpan emas naik hampir tiga kali lipat menjadi 115.000.
  • Dominasi Aset Nyata (RWA): Emas mewakili sekitar 25% dari seluruh arus masuk bersih ke aset dunia nyata (Real-World Assets) di blockchain, melampaui gabungan pertumbuhan saham, obligasi korporasi, dan utang pemerintah non-AS yang ditokenisasi.

Meskipun institusi besar mulai memantau pergerakan ini untuk melacak risiko celah harga (gap risk), sebagian besar masih menganggap harga di blockchain sebagai informasi tambahan ketimbang basis posisi aktif.

Loppe memperingatkan bahwa masih ada hambatan besar. Likuiditas di blockchain masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasar berjangka atau ETF emas konvensional.

Hal ini menyulitkan eksekusi transaksi dalam skala sangat besar tanpa memicu pergeseran harga yang merugikan.

Desclaimer: Investasi pada aset emas digital (tokenized gold) dan kripto melibatkan risiko fluktuasi harga dan keamanan siber yang tinggi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran Ancam Inflasi Massal, OPEC+ Bersiap Tambah Pasokan BBM

Perang Iran Ancam Inflasi Massal, OPEC+ Bersiap Tambah Pasokan BBM

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:11 WIB

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Drastis Efek Perang di Timur Tengah

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Naik Drastis Efek Perang di Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:58 WIB

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB

Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?

Apakah Iran Telah Memasang Ranjau di Selat Hormuz?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:37 WIB

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:25 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×