Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:28 WIB
Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861
Pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3/2026) pagi, mata uang Garuda terpantau berbalik menguat tipis, mencoba bangkit dari tekanan the greenback. Foto Antara.
  • Rupiah dibuka menguat 0,04% ke level Rp16.861 per dolar AS pada Selasa pagi (3/3/2026).
  • Intervensi Bank Indonesia (BI) jadi pendorong utama penguatan rupiah hari ini.
  • Eskalasi konflik Timur Tengah tetap jadi ancaman pelemahan rupiah ke depan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya mampu memutus tren negatif. Pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3/2026) pagi, mata uang Garuda terpantau berbalik menguat tipis, mencoba bangkit dari tekanan the greenback.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.861 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 0,04 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Senin (27/2/2026), yang sempat tertahan di posisi Rp16.868 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dipatok pada level Rp16.848 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan ini tak lepas dari langkah proaktif otoritas moneter. Bank Indonesia (BI) diyakini mulai melakukan intervensi untuk menstabilkan volatilitas di pasar valas.

"BI diharapkan kembali aktif mengintervensi dan membatasi perlemahan," ujar Lukman saat dihubungi.

Meski dibuka hijau, posisi rupiah disebut belum sepenuhnya aman. Lukman mengingatkan bahwa sentimen risk-off masih menghantui pasar global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Faktor geopolitik ini menjadi beban utama yang bisa menyeret rupiah kembali ke zona merah.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang masih risk off pada umumnya oleh eskalasi di timteng. Namun, range pergerakan hari ini berada di kisaran Rp16.800 – Rp16.950," jelasnya.

Di kawasan regional, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi (mixed). Yuan China memimpin penguatan dengan lonjakan 0,31 persen, disusul won Korea Selatan (0,17 persen), dan dolar Singapura (0,11 persen). Yen Jepang juga menguat tipis 0,04 persen.

Sebaliknya, baht Thailand menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,14 persen, diikuti peso Filipina (0,05 persen), serta ringgit Malaysia yang turun tipis 0,01 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri

Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:08 WIB

Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar

Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB