Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:36 WIB
Qatar Stop Produksi LNG Usai Diserang Drone Iran, Harga Gas Eropa Meroket 54 Persen
Ilustrasi Gas Alam Cair. QatarEnergy secara mengejutkan menghentikan seluruh aktivitas produksi gas alam cair (LNG) di fasilitas ekspor terbesar dunia, Ras Laffan, setelah menjadi sasaran serangan drone Iran. Foto ist.
baca 10 detik
  • Qatar stop produksi LNG di Ras Laffan usai serangan drone Iran.
  • Harga gas Eropa melonjak 54%, tertinggi sejak krisis energi 2022.
  • QatarEnergy tunda pengiriman; Selat Hormuz lumpuh akibat konflik.

Suara.com - QatarEnergy secara mengejutkan menghentikan seluruh aktivitas produksi gas alam cair (LNG) di fasilitas ekspor terbesar dunia, Ras Laffan, setelah menjadi sasaran serangan drone Iran.

Langkah ini memicu kepanikan luar biasa yang membuat harga gas di Eropa terbang hingga 54 persen.

Menukil Bloomberg, Selasa (3/3/2026) fasilitas Ras Laffan bukan sekadar pabrik biasa ia adalah "jantung" pasokan gas dunia yang menyumbang sekitar seperlima kebutuhan LNG global. Penghentian operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya ini langsung mengancam keamanan energi internasional dan mengguncang stabilitas pasar keuangan.

"Ancaman terhadap keamanan pasokan ada di sini dan sekarang," ujar Simone Tagliapietra, analis senior di Bruegel. Menurutnya, dunia kini memasuki skenario krisis baru yang sangat bergantung pada seberapa lama penutupan ini berlangsung.

Lonjakan harga gas berjangka di Eropa kali ini merupakan yang tertinggi sejak krisis energi 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina. Arus pengiriman LNG dari Timur Tengah lumpuh total sejak akhir pekan karena sebagian besar kapal tanker menghindari Selat Hormuz jalur nadi utama bahan bakar global di pintu masuk Teluk Persia.

Kondisi ini menjadi mimpi buruk bagi Benua Biru. Stok gas Eropa saat ini berada di level sangat rendah, padahal mereka butuh impor besar-besaran musim panas ini untuk cadangan musim dingin. Meski belum ada laporan kerusakan fisik pada fasilitas, QatarEnergy telah menyatakan status force majeure, memberikan sinyal bahwa pengiriman kontrak kepada pelanggan akan terhambat tanpa penalti.

Di tengah kekacauan ini, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Goldman Sachs Group Inc memprediksi jika blokade Selat Hormuz bertahan selama sebulan, harga gas Eropa bisa melonjak dua kali lipat dari harga saat ini.

Situasi makin pelik setelah Israel menutup ladang gas Leviathan, yang memaksa Mesir ikut berburu kargo LNG di pasar spot. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Arab Saudi dan UEA akibat intersepsi rudal Iran, menandakan konflik yang kian meluas.

Pada penutupan perdagangan Senin, kontrak berjangka gas Belanda (TTF) meroket 39% ke level €44,51 per megawatt-hours, angka tertinggi sejak Maret 2025. Dunia kini menahan napas, menunggu kepastian kapan keran gas Qatar kembali mengalir.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:46 WIB

DEN Yakin Pasokan LNG dan Minerba Tahan Bating Hadapi Eskalasi Timur Tengah

DEN Yakin Pasokan LNG dan Minerba Tahan Bating Hadapi Eskalasi Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:53 WIB

Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG

Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG

News | Senin, 02 Maret 2026 | 22:27 WIB

Terkini

Rumus Luas, Keliling, Tinggi Jajar Genjang Lengkap dengan Cara Hitungnya

Rumus Luas, Keliling, Tinggi Jajar Genjang Lengkap dengan Cara Hitungnya

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:39 WIB

5 Rekomendasi Body Lotion Argan Oil yang Ampuh Melembapkan Kulit Kering

5 Rekomendasi Body Lotion Argan Oil yang Ampuh Melembapkan Kulit Kering

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Petinggi Iran Bongkar Cara Kotor Amerika Serikat Berunding: Mencekik!

Petinggi Iran Bongkar Cara Kotor Amerika Serikat Berunding: Mencekik!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka TPKS 5 Atlet Pelatnas Putri, Terjadi Sejak 2022

Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka TPKS 5 Atlet Pelatnas Putri, Terjadi Sejak 2022

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:33 WIB

3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim

3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Ada Transaksi Sampai Rp2,6 Miliar! Jabar Jadi 'Juara' Judol di Kalangan Penerima Bansos

Ada Transaksi Sampai Rp2,6 Miliar! Jabar Jadi 'Juara' Judol di Kalangan Penerima Bansos

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Perfeksionis Sekaligus Teliti, Ini 10 Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Virgo

Perfeksionis Sekaligus Teliti, Ini 10 Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Virgo

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Fenomena Pejabat Asbun: Dead Cat Strategy atau Kegagalan Komunikasi?

Fenomena Pejabat Asbun: Dead Cat Strategy atau Kegagalan Komunikasi?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:27 WIB

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:24 WIB

×