Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel

Liberty Jemadu

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:07 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah menghitung skenario kenaikan harga minyak hingga 92 dolar AS per barel dan masih mampu mengendalikan anggaran. [Antara]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan stabilitas keuangan Indonesia aman meskipun harga minyak naik akibat perang Teluk.
  • Pemerintah telah menghitung skenario kenaikan harga minyak hingga 92 dolar AS per barel dan masih mampu mengendalikan anggaran.
  • Pemerintah akan antisipasi dampak kenaikan harga minyak dengan memperkuat penerimaan negara dari sektor pajak dan Bea Cukai.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stabilitas keuangan Indonesia masih bisa bertahan di tengah naiknya harga minyak akibat perang yang terjadi di Teluk.

Hal ini disampaikan Purbaya sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Ia menyebut dampak dari konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Teluk yang menutup Selat Hormuz akan terlihat pertama kali dari sektor ekspor dan harga minyak dunia.

Menurutnya, pemerintah telah menghitung berbagai skenario lonjakan harga minyak. Bahkan jika harga minyak menembus hingga 92 dolar AS per barel, anggaran negara masih dapat dikendalikan.

"Saya sudah hitung (harga minyak mentah) sampai 92 (dolar AS per barel) pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan tidak ada kekhawatiran berlebihan terkait kondisi tersebut, karena pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan fiskal.

Terkait kemungkinan memburuknya situasi, termasuk jika terjadi gangguan jalur distribusi seperti penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada impor minyak, Purbaya mengakui harga impor dapat meningkat dan berpotensi menekan defisit anggaran.

Namun, pemerintah akan melakukan antisipasi dengan memperkuat penerimaan negara, khususnya dari pajak dan kepabeanan.

"Kita pastikan aja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor. Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah memastikan penerimaan optimal, pemerintah akan menghitung dampak lanjutan dan menentukan langkah tambahan bila diperlukan.

baca juga

Purbaya optimistis ekonomi nasional tetap solid selama permintaan domestik yang berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian tetap terjaga.

"Ekonomi kita masih bisa maju, enggak ada masalah. Dan kalaupun di atas, asalkan kita bisa jaga domestic demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi, kita juga masih bisa survive," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pihaknya masih menghitung dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Di dalam APBN, harga ICP (harga minyak mentah Indonesia/Indonesian Crude Price) itu 70 dolar AS per barel, dan sekarang harga minyak sudah naik menjadi 78–80 dolar AS per barel," ujar Bahlil dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

Dengan demikian, harga minyak dunia saat ini sudah berada di atas asumsi makro yang termaktub di dalam APBN 2026.

Sebagai negara yang mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, kenaikan harga minyak dunia lantas membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi yang ditanggung oleh negara.

Namun, di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari kenaikan harga minyak dunia tersebut. Perhitungan tersebut, kata Bahlil, akan dilakukan dengan hati-hati sebab terkait dengan subsidi energi di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:09 WIB

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 00:37 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×