Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 21:09 WIB
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed)
  • Eskalasi konflik di Selat Hormuz berpotensi mengguncang logistik global, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia.
  • Gangguan navigasi dan pengalihan rute kapal mengakibatkan kenaikan premi asuransi serta kemacetan pelabuhan.
  • Transportasi udara terdampak peningkatan transit waktu, konsumsi bahan bakar, dan potensi kenaikan tarif kargo udara.

Suara.com - Eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz dinilai berpotensi memicu guncangan besar terhadap biaya logistik global dan stabilitas rantai pasok dunia. Organisasi logistik internasional, International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA), menyoroti risiko sistemik yang bisa berdampak pada inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi berbagai negara.

Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan situasi di Timur Tengah saat ini sangat dinamis dan fluktuatif, sehingga berisiko memengaruhi operasional pelayaran dan penerbangan kargo secara global.

"Gangguan navigasi, pengalihan rute kapal dan pesawat, serta lonjakan premi asuransi berpotensi menciptakan tekanan biaya logistik global dalam waktu singkat," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia yang menyalurkan sekitar 20–30 persen pasokan minyak global, sekaligus penghubung penting jalur kontainer antara kawasan Timur dan Barat.

Selat Hormuz (Gemini AI)
Selat Hormuz (Gemini AI)

Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu efek berantai pada sistem perdagangan internasional.

Yukki menjelaskan, terdapat tiga dampak langsung yang perlu diwaspadai pelaku usaha logistik global maupun nasional.

Pertama, pada sektor transportasi laut.  Meningkatnya risiko keamanan mendorong sejumlah kapal mengubah rute, menghentikan pelayaran, bahkan berbalik arah. Kondisi tersebut berpotensi memicu kemacetan di pelabuhan alternatif akibat pengalihan arus kapal, sekaligus mendorong kenaikan war-risk premium dan berbagai surcharge operasional.

Kedua, pada transportasi udara. Pembatasan serta pengalihan jalur penerbangan membuat waktu transit lebih panjang dan konsumsi bahan bakar meningkat. Dampaknya, kapasitas angkut bisa terbatas dan tarif kargo udara berpotensi naik.

Ketiga, pada rantai pasok global secara keseluruhan. Gangguan distribusi energi, petrokimia, dan industri manufaktur dinilai bisa mendorong kenaikan biaya angkut global, ketidakpastian kontrak, hingga keterlambatan pengiriman yang berdampak pada sektor ritel dan pangan.

“Konflik ini berpotensi menjadi shock besar dalam rantai pasok global dengan dampak lanjutan terhadap inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi berbagai negara,” ungkap Yukki.

FIATA menilai pelaku usaha logistik perlu segera beradaptasi dengan memperkuat manajemen risiko untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian global.

"Para pelaku usaha di sektor ini perlu melalukan penguatan manajemen risiko, termasuk meningkatkan kewaspadaan operasional, memastikan perlindungan dan negosiasi premi asuransi serta kejelasan kontrak, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, melakukan koordinasi internasional, serta menyiapkan alternatif rute dan solusi multimoda. Hal ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi global," pungkas Yukki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung

Selat Hormuz Lumpuh: Harga Minyak Melambung

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB

Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya

Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:00 WIB

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 11:49 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu, Telur Ayam Rp32.300 per Kg

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu, Telur Ayam Rp32.300 per Kg

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 11:31 WIB

Sukuk PNM Tembus Panggung Dunia, Menang di The Asset Awards 2026 Hong Kong

Sukuk PNM Tembus Panggung Dunia, Menang di The Asset Awards 2026 Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:53 WIB

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:17 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Jalan, Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi RI

Impor Minyak Rusia Mulai Jalan, Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi RI

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:03 WIB

Diam-diam Harga BBM RI Naik, Janji Manis Prabowo Hanya Kuat 17 Hari?

Diam-diam Harga BBM RI Naik, Janji Manis Prabowo Hanya Kuat 17 Hari?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 09:49 WIB

Harga BBM Naik Hari Ini! Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Dexlite Rp23.600, Cek Daftar Lengkapnya

Harga BBM Naik Hari Ini! Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Dexlite Rp23.600, Cek Daftar Lengkapnya

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 09:10 WIB

Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026

Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 08:50 WIB