Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran

M Nurhadi

Rabu, 04 Maret 2026 | 07:01 WIB
Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
baca 10 detik
  • Pasar saham AS merosot tajam pada Selasa (3/3/2026) karena investor khawatir konflik Timur Tengah memicu inflasi energi berkepanjangan.
  • Konflik meningkat setelah serangan Israel-AS di Iran memicu ancaman terhadap infrastruktur energi vital Selat Hormuz.
  • Presiden Trump merespons dengan menjamin asuransi risiko politik dan kesiapan Angkatan Laut mengawal kapal tanker di Teluk.

Suara.com - Pasar saham Amerika Serikat ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026) waktu setempat.

Para investor mulai menunjukkan kekhawatiran mendalam bahwa konflik bersenjata di Timur Tengah akan berlangsung dalam jangka waktu lama, yang pada akhirnya akan memacu lonjakan inflasi melalui harga energi.

Aksi jual terjadi secara meluas di berbagai sektor, mendorong Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang sering disebut sebagai "indeks ketakutan", mencatat level penutupan tertinggi sejak November tahun lalu.

Meskipun demikian, indeks utama berhasil bangkit dari posisi terendah harian mereka; S&P 500 mengakhiri sesi dengan penurunan 0,9%, setelah sempat anjlok lebih dari 2% pada awal perdagangan.

Memasuki hari keempat konflik, fokus utama pasar beralih pada dampak harga minyak terhadap inflasi global.

Eskalasi militer semakin nyata setelah pasukan Israel dan Amerika Serikat menghantam berbagai target di wilayah Iran, yang kemudian memicu serangan balasan Iran di sekitar kawasan Teluk dan merembet hingga ke Lebanon.

Kekhawatiran utama para pelaku pasar adalah terganggunya infrastruktur energi. Iran secara terbuka mengancam akan menyerang kapal apa pun yang mencoba melintasi Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur arteri yang sangat krusial karena mengangkut sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Ancaman ini, ditambah dengan penghentian produksi oleh beberapa produsen gas dan minyak di Timur Tengah, telah mendorong meroketnya tarif pengiriman global serta harga gas alam.

baca juga

Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, memberikan pandangannya mengenai situasi ini.

“Tampaknya ada anggapan bahwa mungkin (perang Iran) akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan orang 24 jam yang lalu, karena perang ini menyebar dan berpotensi berdampak pada infrastruktur energi.,” ujarnya, dilansir via Reuters.

Menanggapi krisis maritim di Teluk, Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan langkah-langkah proteksi ekonomi.

Ia memerintahkan U.S. International Development Finance Corporation untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan finansial bagi perdagangan maritim yang melintasi kawasan Teluk.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS siap memberikan pengawalan bagi kapal-kapal tanker minyak di Selat Hormuz jika situasi semakin mendesak.

Secara teknis, pasar mengirimkan sinyal bearish yang cukup mengkhawatirkan. S&P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari (100-day moving average) untuk pertama kalinya sejak 20 November tahun lalu.

Hal ini sering kali dianggap sebagai indikator bahwa tren penguatan pasar mulai melemah secara struktural.

Oliver Pursche, Senior Vice President di Wealthspire Advisors, mencatat kecemasan investor yang melihat portofolio mereka mulai terdampak.

“Investor sedang bergulat dengan volatilitas dan berita, dan mereka melihat portofolio mereka dan berkata, wah, ini bisa menjadi lebih buruk... Ini adalah ketakutan akan keadaan yang memburuk,” kata Pursche.

Namun, ia menambahkan pesan kehati-hatian, “Tetapi saran kami kepada klien adalah untuk mundur selangkah dan menunggu serta melihat.”

Di tengah kemerosotan umum, saham raksasa manajemen aset Blackstone (BX.N) tercatat turun 3,8%. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan permintaan penebusan (redemption) pada dana kredit unggulan mereka, BCRED.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS (Treasury yields) naik untuk sesi kedua berturut-turut, mencerminkan ekspektasi investor bahwa bank sentral akan menghadapi kesulitan dalam memutuskan kebijakan suku bunga akibat tekanan inflasi dari tarif dagang dan harga energi.

Menariknya, sektor perangkat lunak menunjukkan ketahanan di tengah badai. Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 justru naik 1,6%.

Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital, menilai reaksi pasar terhadap konflik ini sejauh ini masih tergolong terkendali. “So far is very tame,” ujarnya, yang menunjukkan bahwa toleransi investor terhadap risiko belum sepenuhnya hilang.

Secara keseluruhan, angka penutupan perdagangan menunjukkan penurunan signifikan:

  • Dow Jones Industrial Average turun 403,51 poin atau 0,83% ke level 48.501,27.
  • S&P 500 kehilangan 64,99 poin atau 0,94% ke level 6.816,63.
  • Nasdaq Composite terpangkas 232,17 poin atau 1,02% ke level 22.516,69.

Di bursa NYSE, jumlah saham yang turun melampaui saham yang naik dengan rasio 4,1 banding 1, sementara di Nasdaq, perbandingan saham turun dan naik berada pada rasio 2,81 banding 1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:57 WIB

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Momen Tiga Presiden Bersatu di Istana, Bahas Stabilitas dan Isu Global

Foto | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:49 WIB

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota

100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 04:52 WIB

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 05:45 WIB

Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran

Namanya Zahra Azadpour Ditembak Mati di Teheran dan Aksi Diam Timnas Putri Iran

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 03:18 WIB

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Terpopuler: Koleksi Kendaraan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 6 Mobil Listrik untuk Mudik Jauh

Otomotif | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:50 WIB

Terkini

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 19:30 WIB

Serunya Amartha 10X Run 2026: Lari, Ngemil, Sampai Bawa Pulang Ikan Cupang dan Sayur-Mayur

Serunya Amartha 10X Run 2026: Lari, Ngemil, Sampai Bawa Pulang Ikan Cupang dan Sayur-Mayur

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 19:28 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:26 WIB

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:22 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 19:16 WIB

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 19:15 WIB

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 19:10 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 19:09 WIB

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:07 WIB

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 19:05 WIB

×