-
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyelimuti pemukiman warga di Jabodetabek.
-
Basahi abu vulkanik sebelum dibersihkan agar tidak beterbangan dan terhirup.
-
Gunakan masker N95 serta tutuplah rapat ventilasi dan sistem AC.
Suara.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan telah mencapai wilayah Jabodetabek sejak Minggu (6/9/2026).
Abu vulkanik merupakan partikel halus yang bersifat tajam dan asam ini tidak hanya membahayakan kendaraan, tetapi juga berisiko tinggi bagi kesehatan jika masuk ke dalam rumah.
Siram teras rumah pakai air untuk membersihkan abu vulkanik dan jangan langsung menyapunya dalam kondisi kering.
Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Erupsi yang disertai semburan lava pijar (lava fountain) membuat material abu terbawa angin hingga ke pemukiman warga.
Bagi Anda yang rumahnya terdampak, sangat penting untuk mengetahui teknik pembersihan yang benar. Salah langkah sedikit saja, abu justru akan beterbangan dan merusak pernapasan.
Melansir dari berbagai sumber resmi seperti BNPB, CDC, dan USGS, berikut panduan aman membersihkan rumah dari abu vulkanik:

1. Haram Menyapu dalam Kondisi Kering
Jangan pernah menyapu abu vulkanik menggunakan sapu lantai atau sapu lidi dalam kondisi kering.
Hal ini hanya akan membuat partikel mikroskopis tersebut terbang dan terhirup masuk ke paru-paru.
Semprotkan sedikit air ke permukaan yang berdebu sebelum dibersihkan.
Setelah abu lembap dan terkumpul, gunakan kain pel atau kain basah untuk mengangkat sisa debu.
2. Gunakan Masker N95 dan Kacamata Pelindung
Sebelum mulai bersih-bersih, pastikan Anda menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Masker kain biasa tidak cukup untuk menyaring partikel silika yang sangat halus.