Vendor Pengadaan Laptop Chromebook Buka-bukaan soal Tudingan Keuntungan

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:39 WIB
Vendor Pengadaan Laptop Chromebook Buka-bukaan soal Tudingan Keuntungan
Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim membaca eksepsi saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Saksi prinsipal (Dell & Advan) bantah peroleh keuntungan ilegal; klaim rugi secara riil.
  • PT Acer luruskan dana co-investment adalah marketing fund resmi, bukan imbal jasa pribadi.
  • Nadiem Makarim sebut angka kerugian negara Rp2,1 T tidak ada karena asumsi harga tak realistis.

Suara.com - Persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Kamis (5/3/2026) menjadi momen krusial yang mementahkan poin-poin krusial dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keterangan para saksi kunci dari pihak prinsipal mengungkap bahwa tidak ada praktik memperkaya diri maupun kemahalan harga dalam proyek tersebut.

Alexander Vidi, Prinsipal PT Dell Indonesia, memberikan kesaksian yang mengejutkan. Alih-alih meraup keuntungan ilegal, perusahaannya justru mengalami defisit secara riil. Menurutnya, pembayaran ke pabrik dilakukan sesuai pesanan, namun penerimaan dari distributor mengikuti dokumen Purchase Order (PO) yang ada.

Ia pun mempertanyakan asal-usul angka Rp112 miliar dalam dakwaan yang disebut sebagai upaya memperkaya diri. "Kalau ditanya secara riil-nya, ya memang kita rugi, Pak. Saya tidak tahu hitungan angka Rp112 miliar itu dari mana, seharusnya kan ada datanya," tegas Alexander di muka persidangan.

Senada dengan Dell, perwakilan PT Bangga/Chromebook Advan, Chandra Advan, turut mengklarifikasi angka yang dituduhkan. Berdasarkan data riil, total keuntungan kotor (gross) perusahaannya pada periode 2021-2022 hanya sebesar Rp14,7 miliar.

Angka ini berbanding terbalik dengan dakwaan yang menuduh adanya keuntungan sebesar Rp48 miliar. Chandra bahkan mengaku angka fantastis tersebut tidak pernah dikonfirmasikan kepadanya selama proses penyidikan oleh BPKP.

Pihak PT Acer, melalui Rico Gunawan, juga meluruskan miskonsepsi mengenai istilah co-investment dalam BAP. Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah kickback atau imbal jasa pribadi, melainkan marketing fund.

"Dana itu dari prinsipal seperti Intel, Microsoft, atau Google untuk aktivitas pemasaran, iklan, dan pelatihan mitra. Ini praktik lumrah di semua brand teknologi, bukan untuk pribadi," jelas Rico.

Merespons fakta-fakta yang terkuak di persidangan, Nadiem Makarim mengungkapkan rasa kecewa dan sedihnya. Ia menilai dakwaan kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun tersebut tidak berdasar pada realitas pasar.

baca juga

Dalam dakwaan kerugian Rp600 miliar terkait Chrome Device Management (CDM) yang menurutnya sudah jelas tidak dikategorikan sebagai kerugian oleh BPKP.

Selain ituk dakwaan atas kerugian Rp1,5 triliun yang dihitung dari asumsi harga laptop Rp4,3 juta. Padahal, para prinsipal bersaksi bahwa harga jual ke distributor saja berkisar antara Rp4,3 juta hingga Rp5 juta.

“Saya sangat kecewa. Berdasarkan kesaksian di persidangan, angka kerugian Rp2 triliun itu sebenarnya tidak ada karena asumsi harga yang digunakan tidak realistis dibanding harga pasar,” pungkas Nadiem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Honor MagicBook Pro 14 (2026) Resmi Rilis: Laptop Tipis dengan Baterai 92Wh

Honor MagicBook Pro 14 (2026) Resmi Rilis: Laptop Tipis dengan Baterai 92Wh

Your Say | Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:00 WIB

Terdakwa Mulyatsah Merasa "Dijebak" Eks Mendikbud Nadiem Makarim Soal Proyek Chromebook

Terdakwa Mulyatsah Merasa "Dijebak" Eks Mendikbud Nadiem Makarim Soal Proyek Chromebook

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi Advan Workplus AI, Laptop AMD Ryzen 7 untuk Profesional Muda

Spesifikasi Advan Workplus AI, Laptop AMD Ryzen 7 untuk Profesional Muda

Tekno | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×