OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal

Dythia Novianty

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:48 WIB
OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal
Ilustrasi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. [Antara]
baca 10 detik
  • OJK Sulawesi Tenggara mengintegrasikan infrastruktur pelindungan konsumen di Konawe pada Sabtu, 25 Juli 2026.
  • Masyarakat pesisir didorong menggunakan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen untuk mempermudah pengaduan sengketa keuangan.
  • OJK juga memperkenalkan Indonesia Anti-Scam Center guna menangani kejahatan keuangan secara cepat dan terkoordinasi.

Suara.com - Kesenjangan literasi digital sering kali menjadikan masyarakat pesisir sebagai "sasaran empuk" kejahatan siber finansial. Di tengah masifnya penetrasi perangkat seluler ke pelosok desa, penetrasi tersebut tidak selalu dibarengi dengan pemahaman mitigasi risiko.

Akibatnya, wilayah pesisir sering kali menjadi titik buta (blind spot) di mana praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong tumbuh subur, mengancam stabilitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil laut.

Menghadapi tantangan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan langkah agresif dengan mengintegrasikan infrastruktur teknologi pelindungan konsumen langsung ke jantung ekonomi pesisir, yakni Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Konawe.

Langkah ini bukan sekadar sosialisasi konvensional, melainkan upaya membangun "firewall" sosial melalui penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

Digitalisasi Pelaporan: Memangkas Birokrasi Pengaduan

Inovasi utama yang diusung dalam gerakan ini adalah penggunaan sistem pelaporan terintegrasi untuk mempercepat respons terhadap kejahatan keuangan.

OJK mendorong masyarakat nelayan dan pelaku UMKM pesisir untuk mengadopsi Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebagai kanal resmi jika terjadi sengketa dengan lembaga jasa keuangan.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menekankan bahwa pemahaman terhadap hak digital dan akses pada teknologi pelaporan adalah fondasi keamanan finansial masa depan.

"Kehadiran langsung OJK di tengah masyarakat pesisir bertujuan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami hak-haknya sebagai konsumen jasa keuangan serta mempermudah akses kanal pelaporan yang resmi," tegas Bismi melansir dari laman Antara, Sabtu (25/7/2026).

baca juga

IASC: Respon Cepat Terhadap Kejahatan Siber

Selain APPK, OJK memperkenalkan Indonesia Anti-Scam Center (IASC), sebuah pusat koordinasi teknologi yang dirancang untuk menangani penipuan dan kejahatan keuangan secara real-time.

Keberadaan IASC menjadi krusial bagi masyarakat pesisir yang sering kali sulit menjangkau kantor fisik otoritas saat menjadi korban scamming.

Bismi menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil.

"OJK telah menyiapkan infrastruktur layanan terintegrasi. Untuk penanganan penipuan dan kejahatan keuangan, dilakukan secara cepat dan terkoordinasi melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC)," jelasnya.

Mitigasi Risiko Finansial Berbasis Teknologi

Pemerintah Kabupaten Konawe melihat langkah ini sebagai upaya preventif untuk memastikan bantuan modal perbankan tidak berakhir pada kerugian akibat ketidaktahuan teknologi.

Terjerat Pinjol Ilegal. [Dok. ChatGPT]
Terjerat Pinjol Ilegal. [Dok. ChatGPT]

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, menggarisbawahi pentingnya masyarakat memahami risiko sebelum menyentuh layanan keuangan digital.

"Ini langkah preventif agar masyarakat terhindar dari jerat pinjaman online ilegal maupun investasi bodong. Kami berharap modal perbankan yang diambil dapat dikelola secara aman dan produktif," kata Ferdinand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak

Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:12 WIB

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:22 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Terkini

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 08:25 WIB

Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?

Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 08:24 WIB

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB

Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 08:17 WIB

Contoh Energi Alternatif dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Energi Alternatif dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari

News | Sabtu, 12 September 2026 | 08:05 WIB

Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 08:04 WIB

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tak Butuh Internet, AC Polytron Ubah Suara Jadi Perintah dengan Voice Sense

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 08:03 WIB

Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Kerabat Kisahkan Kegigihan Arie Basuki

Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Kerabat Kisahkan Kegigihan Arie Basuki

News | Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB

Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB

Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang

Horor Tol Jomo KM 687: Diduga Sopir Mengantuk, Hiace Hantam Truk, 4 Nyawa Melayang

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 07:56 WIB

×