Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?

Achmad Fauzi

Rabu, 11 Maret 2026 | 19:52 WIB
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?
Ilustrasi Panic Buying. [Suara.com].
baca 10 detik
  • Pembelian massal BBM dan LPG marak akibat kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga global, memicu antrean di daerah seperti Aceh dan Jember.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat tenang, Menteri ESDM memastikan stok BBM aman untuk Idulfitri, yaitu sekitar 21 hingga 25 hari.
  • Pengamat menyebut kepanikan dipicu ketidakjelasan informasi pemerintah mengenai stok rinci dan kepastian kebijakan kenaikan harga BBM.

Suara.com - Fenomena pembelian massal dengan jumlah masif atau panic buying untuk komoditas energi mulai marak terjadi di sejumlah daerah. Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga LPG menjadi komoditas yang paling banyak diborong masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Lonjakan pembelian ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga energi global. Harga minyak dunia yang telah menembus USD 100 per barel membuat sebagian masyarakat khawatir harga BBM di dalam negeri ikut terdampak.

Akibatnya, banyak warga memilih berbondong-bondong ke SPBU untuk mengisi bahan bakar lebih banyak dari biasanya, selagi harga belum mengalami kenaikan.

Beberapa daerah bahkan dilaporkan mulai merasakan dampak dari fenomena tersebut. Di Aceh, sejumlah SPBU mengalami lonjakan pembelian BBM yang cukup signifikan hingga memicu antrean panjang kendaraan.

Kondisi serupa juga sempat terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Banyak warga langsung mendatangi SPBU untuk memastikan kendaraan mereka memiliki pasokan bahan bakar yang cukup.

Antrean panjang kendaraan roda empat di SPBU Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (1/4/2022). Pengendara mobil lebih memilih BBM jenis pertalite setelah harga Pertamax naik. [Foto : Suara.com/ Lorensia Clara Tambing
Antrean panjang kendaraan roda empat di SPBU Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (1/4/2022). Pengendara mobil lebih memilih BBM jenis pertalite setelah harga Pertamax naik. [Foto : Suara.com/ Lorensia Clara Tambing

Pemerintah sendiri telah mengimbau masyarakat agar tidak resah terhadap kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ia menyebutkan, stok BBM nasional yang dilaporkan saat ini berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

"Sebenarnya enggak perlu ada (panic buying). Pasokan nggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idulfitri semuanya terjamin, enggak ada masalah," ucapnya.

baca juga

Kenapa Terjadi Panic Buying?

Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai fenomena panic buying tidak hanya dipicu oleh faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, tetapi juga oleh faktor internal.

Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan informasi dari pemerintah terkait kondisi stok BBM nasional.

Pemerintah disebut hanya menyampaikan bahwa stok BBM aman selama 21 hari, tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci kepada publik. Hal ini dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat.

"Dia (pemerintah) hanya mengatakan bahwa cadagan cukup 21 hari, tapi tanpa ada satu penjelasan yang lebih rinci. Nah, itu saya kira yang mendorong panic buying," katanya kepada Suara.com.

Selain itu, pemerintah juga belum memberikan kepastian apakah harga BBM akan naik atau tidak di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Ketidakpastian informasi tersebut dinilai membuat masyarakat semakin khawatir sehingga memilih membeli BBM dalam jumlah besar.

"Jadi, Pemerintah harus memberikan komunikasi dengan baik dan benar tanpa ditutupi-tutupi. Misalnya bagaimana kalau berapa satu hari tadi tidak mencukupi dari mana setelah itu akan ditambah misalnya. Misalnya mengambil dari dari Amerika Serikat," ucapnya.

"Dari Amerika, ya, belum tentu ada jaminan. Udah juga tidak naik sampai hari raya. Kan juga tahu juga, misalnya perangnya makin berkecamuk dan harga minyak menjadi USD 150, terus apakah harga tidak dinaikkan," sambung Fahmy.

Dampak dari Panic Buying

Fahmy mengingatkan, fenomena panic buying BBM yang berlangsung berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif.

Pertama, pembelian BBM secara masif dapat mengganggu ketersediaan stok di masa mendatang. Kedua, jika stok mulai menipis, maka antrean panjang di SPBU sulit dihindari.

Ketiga, jika ada masyarakat yang tidak mendapatkan BBM di SPBU, maka potensi gesekan sosial di tengah masyarakat bisa saja terjadi.

"Jadi ini harus yang dicegah, jangan sampai banyak ada spekulan, di mana banyak orang jualan BBM tak resmi di pinggir jalan," bebernya.

Karena itu, Fahmy menyarankan pemerintah segera memberikan penjelasan secara terbuka terkait kondisi stok BBM nasional serta kepastian kebijakan harga ke depan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam kekhawatiran masyarakat agar fenomena panic buying tidak semakin meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Indonesia Meroket ke USD 68,79 per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Meroket ke USD 68,79 per Barel

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:31 WIB

Pemerintah Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Lebaran 2026

Pemerintah Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 07:10 WIB

Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari

Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 06:04 WIB

Terkini

Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara

Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara

Sulsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:18 WIB

Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja

Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja

Kalbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:14 WIB

GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner

GEMPAR Dorong Pasar Kebonagung Berkembang sebagai Destinasi Wisata Kuliner

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:13 WIB

Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara

Dedikasi Mantri BRI Layani Pegunungan Toraja Utara

Sumbar | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:10 WIB

Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027

Summer Time Rendering Resmi Diadaptasi Jadi Film Live Action, Tayang 2027

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:10 WIB

Demi Akses Keuangan, Mantri BRI Tempuh Pegunungan Toraja

Demi Akses Keuangan, Mantri BRI Tempuh Pegunungan Toraja

Malang | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:05 WIB

Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara

Menjangkau yang Terpencil, Mantri BRI Layani Toraja Utara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:01 WIB

Perbedaan AC Inverter dan Low Watt, Mana yang Lebih Hemat untuk di Rumah?

Perbedaan AC Inverter dan Low Watt, Mana yang Lebih Hemat untuk di Rumah?

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:00 WIB

Bikin Geleng-geleng Ini Kata KPK dan Kejagung Soal Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Pink

Bikin Geleng-geleng Ini Kata KPK dan Kejagung Soal Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Pink

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 08:00 WIB

Mantri BRI Menembus Pelosok Pegunungan Toraja Utara

Mantri BRI Menembus Pelosok Pegunungan Toraja Utara

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:57 WIB

×