Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:27 WIB
Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200
Mojtaba Khamenei (Jerusalem post)
  • Iran bersumpah membalas agresi AS dan mengancam memblokade Selat Hormuz, jalur krusial perdagangan minyak dunia.
  • Eskalasi konflik menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak drastis, mengancam pertumbuhan ekonomi global secara signifikan.
  • Konflik berdampak langsung, seperti krisis di Iran, serangan di Teluk, dan operasi militer Israel di Lebanon terhadap Hezbollah.

Suara.com - Eskalasi militer di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Pada Kamis (12/3), Iran secara resmi bersumpah akan membuat Amerika Serikat menyesali agresinya terhadap Republik Islam tersebut.

Teheran menegaskan komitmennya untuk tetap memblokade Selat Hormuz, sebuah langkah yang telah memicu lonjakan tajam harga minyak mentah di pasar global.

Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan perdananya pasca penunjukan dirinya, menyerukan perlawanan total.

Meski belum muncul di publik karena dikabarkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, pesannya dibacakan dengan lantang melalui televisi negara.

"Tuas pemblokiran Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," tegas Khamenei. Selat sempit sepanjang 54 kilometer ini merupakan jalur krusial bagi seperempat perdagangan minyak dunia dan seperlima pasokan gas alam cair (LNG) global.

Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, melalui platform X, turut memperingatkan Washington: "Memulai perang itu mudah, tapi tidak bisa dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan berhenti sampai kalian menyesali kalkulasi yang salah ini."

Harga Minyak Meroket, Trump Bergeming

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi menjadi "gangguan pasokan terbesar" dalam sejarah industri minyak.

Bahkan, pihak Iran meminta negara-negara di dunia untuk mempersiapkan diri harga minyak mencapai rekor USD 200.

Namun, Presiden AS Donald Trump bersikap menantang. Melalui media sosial, ia menyatakan bahwa menumbangkan "kekaisaran jahat" Iran jauh lebih penting daripada persoalan harga minyak mentah.

Saat ini, harga minyak acuan dunia telah melonjak 40 hingga 50 persen sejak serangan awal pada 28 Februari lalu. Kondisi ini mulai mengancam pertumbuhan ekonomi global dan memicu lonjakan inflasi di berbagai negara.

Perang ini telah mengubah wajah kehidupan sehari-hari di kawasan tersebut:

  • Krisis di Iran: Di kota Kermanshah, 90% toko tutup. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan runtuh, memicu aksi tarik tunai massal. Bahan pokok seperti roti kini mulai dijatah, sementara PBB mencatat sekitar 3 juta warga Iran telah mengungsi.
  • Serangan di Kawasan Teluk: Iran mengancam akan "membakar minyak dan gas kawasan" jika infrastruktur energinya terus dihantam. Bahrain melaporkan kepulan asap hitam akibat serangan pada tangki bahan bakar di Muharraq. Bandara Kuwait dan pusat kota Dubai juga kembali menjadi sasaran drone.
  • Front Lebanon: Israel melaporkan telah menghantam markas komando Hezbollah di Beirut melalui gelombang serangan udara. Otoritas Lebanon mencatat 687 orang tewas, termasuk warga sipil yang mengungsi di pinggir pantai.
  • Kerugian Militer AS: Sebuah pesawat tanker KC-135 jatuh di Irak Barat, menambah daftar kerugian armada udara AS dalam konflik ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengungkapkan kepada AFP bahwa pihaknya bertindak semata-mata demi pertahanan diri.

Ia mengonfirmasi adanya pendekatan dari beberapa "negara sahabat" untuk mengakhiri konflik.

Iran menyatakan siap melakukan gencatan senjata, namun hanya jika hal itu menjadi bagian dari kesepakatan menyeluruh untuk mengakhiri perang secara permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:10 WIB

Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:00 WIB

Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?

Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 05:05 WIB

Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka

Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 04:25 WIB

Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati

Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 22:55 WIB

Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 22:30 WIB

Terkini

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:12 WIB

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:31 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:24 WIB

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:57 WIB

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:54 WIB

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:12 WIB