Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin

Achmad Fauzi

Minggu, 15 Maret 2026 | 12:02 WIB
Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
  • Kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi penentu utama pergerakan harga aset kripto, termasuk Bitcoin, saat ini.
  • Inflasi tahunan AS Februari 2026 stabil di 2,4 persen, membuat pasar cenderung menunggu keputusan suku bunga The Fed.
  • Pelaku pasar memperhatikan proyeksi The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang dengan peluang hampir 99 persen.

Suara.com - Pergerakan harga aset kripto, terutama Bitcoin diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam waktu dekat. Investor saat ini dinilai masih menunggu kepastian langkah suku bunga dari Federal Reserve yang menjadi faktor penting bagi pergerakan aset berisiko, termasuk kripto.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma mengatakan data inflasi Amerika Serikat yang stabil membuat pasar cenderung bersikap menunggu. Berdasarkan data Consumer Price Index (CPI), inflasi tahunan AS pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,4 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.

"Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4 persen sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya," ujar Antony di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Vice President INDODAX, Antony Kusuma. [Dok INDODAX].
Vice President INDODAX, Antony Kusuma. [Dok INDODAX].

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, termasuk di pasar kripto.

Salah satu aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin, tercatat diperdagangkan di kisaran USD 69.000 setelah rilis data inflasi tersebut, dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir.

Data terbaru juga menunjukkan inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari naik 0,3 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2 persen pada Januari. Sementara itu, inflasi inti atau core CPI yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan.

Stabilnya angka inflasi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih relatif terkendali, meskipun tetap berada di atas target inflasi 2 persen yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Ekspektasi kebijakan moneter tersebut juga tercermin dari proyeksi pasar melalui CME FedWatch Tool yang menunjukkan peluang hampir 99 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret.

Sementara itu, peluang pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11 persen.

Selain faktor inflasi, investor juga mencermati perkembangan geopolitik global serta dinamika harga energi yang berpotensi memengaruhi tekanan inflasi ke depan. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak meningkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Melihat kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, INDODAX mengimbau investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko dalam berinvestasi di aset kripto.

Investor juga disarankan melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) serta mempertimbangkan strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghadapi volatilitas pasar.

Melalui berbagai inisiatif edukasi, INDODAX terus mendorong peningkatan literasi aset kripto di Indonesia sekaligus menyediakan platform perdagangan yang aman dan transparan bagi seluruh pengguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?

Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:27 WIB

Apakah Halal Investasi Aset Kripto? Begini Kata Fatwa Muhammadiyah

Apakah Halal Investasi Aset Kripto? Begini Kata Fatwa Muhammadiyah

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:39 WIB

Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital

Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:45 WIB

Terkini

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB