Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 25 Maret 2026 | 16:01 WIB
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,08 persen terhadap dolar AS menjadi Rp 16.911 pada Rabu, 25 November 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global negatif, seperti konflik Timur Tengah yang terus berlanjut.
  • Beberapa mata uang Asia turut melemah, sementara dolar Hong Kong menjadi penguat terbesar di kawasan tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih tunduk terhadap dolar AS pada penutupan pada Rabu, 25 November 2026. Kondisi ini terus bertahan sejak pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 16.911 per dolar AS.

Mata uang Garuda itu pun melemah 0,08 persen dibanding penutupan pada Selasa (17/3/2026) yang berada di level Rp 16.998 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.905 per dolar AS.

BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan akibat sentimen global, salah satunya konflik Timur Tengah yang terus berkepanjangan.

"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia masih tertekan terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, sentimen investor mata uang umumnya masih negatif, bertolak belakang dengan sentimen risiko yang tinggi di pasar ekuitas oleh harapan de-eskalasi di Timur Tengah.

Hal ini merespon laporan bahwa AS telah memberikan Iran sebuah rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut. 

"Rupiah diperkirakan masih range-bound dengan potensi melemah dan menguat terbatas, investor masih terus mencermati perkembangan seputar perang timteng dan harga minyak dunia. Range Rp 16.850 - Rp 16.950," tegasnya.

baca juga

Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Salah satunya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,45 persen. Disusul, yen Jepang yang ambles 0,29 persen.

Selanjutnya ada won Korea Selatan dan peso Filipina yang sama-sama tertekan 0,27 persen. Diikuti, ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,2 persen.

Berikutnya dolar Singapura tergelincir 0,16 persen dan yuan China terdepresiasi 0,1 persen. Lalu, dolar Taiwan yang ditutup melemah tipis 0,02 persen.

Sedangkan, dolar Hong Kong menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11 persen. Kemudian ada rupee India yang menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback di sore ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:51 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB