Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Achmad Fauzi

Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
Bursa Saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Perdagangan bursa saham Wall Street merosot pada Selasa, 24 Maret 2026, dipengaruhi harga minyak naik dan ketidakpastian Timur Tengah.
  • Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite semuanya tercatat melemah signifikan akibat sentimen investor yang bimbang.
  • Pelemahan pasar saham juga disebabkan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan perlambatan aktivitas bisnis AS Maret.

Suara.com - Perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street merosot pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2026. Pelemahan ini dibayangi investor yang merasa bimbang antara lonjakan harga minyak dan harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Menukil Reuters, ketidakpastian meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran. Namun di saat yang sama, muncul laporan bahwa AS justru akan mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik bisa berkepanjangan.

Kondisi ini membuat pergerakan indeks saham menjadi fluktuatif. Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,18 persen ke level 46.124. Sementara S&P 500 melemah 0,37 persen ke 6.556 dan Nasdaq Composite anjlok 0,84 persen ke posisi 21.761.

Tekanan di pasar saham juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Hal ini dipicu ketidakpastian perang serta lemahnya hasil lelang obligasi tenor dua tahun.

"Pasar saham sedang berusaha menemukan pijakannya karena investor terus memperhatikan setiap berita utama. Kami sangat berorientasi jangka pendek," ujar Kepala Strategi Pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif.

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Menurut dia, pelaku pasar masih berusaha mempertahankan optimisme dari sesi sebelumnya, meski kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. "Ada banyak kegelisahan. Orang-orang memperhatikan harga minyak dan suku bunga," imbuhnya.

Sebelumnya, Wall Street sempat mencatat penguatan signifikan pada Senin, didorong penurunan harga minyak setelah Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Namun, harga minyak kembali naik lebih dari 4 persen pada Selasa, membebani pasar saham.

Dari sisi sektoral, saham energi justru menjadi penopang dengan kenaikan 2,05 persen. Sebaliknya, sektor jasa komunikasi mencatat penurunan terbesar sebesar 2,50 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 0,76 persen.

Sentimen negatif juga datang dari sektor keuangan, khususnya kredit swasta. Kekhawatiran meningkat setelah Ares Management membatasi penarikan dana sebesar 5 persen, diikuti meningkatnya permintaan penarikan dana di sejumlah perusahaan sejenis.

baca juga

Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat ke level terendah dalam 11 bulan pada Maret. Kondisi ini dipicu kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB