Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Achmad Fauzi

Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB
Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?
Ketahanan Energi RI tengah diuji, Pemerintah Dihadapkan Dilema, naikkan harga BBM atau Tambah Subsidi. [Suara.com].
baca 10 detik
  • Penutupan Selat Hormuz, jalur 20 persen suplai minyak dunia, memicu kekhawatiran global terhadap ketahanan energi masing-masing negara.
  • Indonesia menyatakan ketahanan energi aman dengan cadangan operasional BBM sekitar 20 hari, sesuai standar regulasi nasional saat ini.
  • Pemerintah dihadapkan dilema kenaikan harga BBM atau menambah subsidi, yang membutuhkan keputusan cepat untuk mengelola beban anggaran tambahan.

Suara.com - Penutupan jalur Selat Hormuz mengguncang ketahanan energi global. Jalur vital ini menjadi lintasan utama kapal tanker dari berbagai negara.

Tak main-main, sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia, setara 20 juta barel per hari melewati Selat Hormuz. Ketika jalur ini terganggu, efeknya langsung terasa ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sejumlah negara bahkan mulai mengambil langkah darurat. Filipina, misalnya, telah mengumumkan status darurat energi meski memiliki cadangan bahan bakar minyak (BBM) hingga 45 hari.

Di Indonesia, pemerintah menyatakan ketahanan energi masih aman. Cadangan energi, khususnya BBM, disebut cukup untuk sekitar 20 hari ke depan.

"Sekarang minyak kita 23 hari. Itu artinya standar kepemilikan kita aman. Jadi tidak perlu ada panik, suplai lancar," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Cadangan 20 Hari, Apa Artinya?

Namun, cadangan 20 hari kerap disalahartikan. Angka tersebut bukan berarti stok BBM akan habis dalam 20 hari.

Ketahanan Energi RI diuji, Pemerintah Dihadapkan Dilema antara naikan Harga BBM atau Tambah Subsidi. [Suara.com].
Ketahanan Energi RI diuji, Pemerintah Dihadapkan Dilema antara naikan Harga BBM atau Tambah Subsidi. [Suara.com].

Dalam sistem energi nasional, cadangan dibagi menjadi tiga jenis: cadangan strategis, cadangan penyangga, dan cadangan operasional. Angka 20 hari yang sering disebut merujuk pada cadangan operasional.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024, cadangan minyak dan BBM Indonesia memang berada di kisaran 21–30 hari. Cadangan ini mencerminkan kapasitas stok yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero).

baca juga

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengibaratkan cadangan operasional seperti stok barang di toko.

"Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus," jelasnya.

Dilema Pemerintah: Harga atau Subsidi?

Di tengah tekanan global, pemerintah kini dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga BBM atau menambah subsidi.

Praktisi migas, Hadi Ismoyo, menilai keputusan harus segera diambil agar tidak mengganggu operasional energi di lapangan.

"Sekali lagi saya katakan bahwa stok ada namun harga sudah berubah dan lebih mahal daripada harga sebelum perang. Hukumnya adalah siapa cepat siapa dapat. Keputusan harus cepat dan terukur. Keputusan cepat bisa terjadi jika di dukung Financial yang cukup. Pemerintah dan Pertamina harus segera membuat keputusan jelas, antara menaikkan BBM atau menaikkan pagu subsidi. Kejelasan ini secara akunting dalam operasional di lapangan sangat diperlukan," ujar Hadi.

Menurut dia, lonjakan harga minyak dari USD 70 ke USD 90 per barel berpotensi menambah beban subsidi hingga Rp7,4 triliun dalam setahun.

Namun, jika tekanan hanya berlangsung enam bulan, tambahan anggaran diperkirakan sekitar Rp3,7 triliun atau setara 0,1 persen APBN.

"Asumsi saya RI kuat 6 bulan. Sehingga hanya butuh Rp 3.7 triliun IDR setara 0,1 persen APBN. Keyakinan saya, RI masih kuat bertahan 6 bulan dengan efesiensi dan delete program yg tidak prioritas," imbuhnya.

Meski begitu, opsi menaikkan harga BBM dinilai berisiko terhadap daya beli masyarakat yang masih lemah.

Dalam kondisi ini, kecepatan dan ketepatan kebijakan menjadi kunci. Hadi mendorong, pemerintah tidak hanya menentukan arah subsidi atau harga, tetapi juga memperkuat cadangan energi.

Salah satu langkah realistis adalah menambah stok melalui pembelian di pasar global serta menyewa fasilitas penyimpanan seperti Floating Storage and Offloading (FSO) di wilayah strategis.

Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, ketahanan energi Indonesia kini tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lobi-lobi Iran, Bahlil Akui Tak Gampang Keluarkan 2 Kapal RI dari Selat Hormuz

Lobi-lobi Iran, Bahlil Akui Tak Gampang Keluarkan 2 Kapal RI dari Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:03 WIB

Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak

Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:58 WIB

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB

Terkini

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

Iran: Perang Berakhir Jika Menang Lawan Amerika Serikat atau Lewat Negosiasi

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:24 WIB

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

Pelantikan Jampidsus Baru Tinggal Menghitung Hari

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Reborn Rookie: Kisah Konglomerat yang Terlahir Kembali sebagai Karyawan Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Tragedi Maut di Kuningan: Pria Tewas Terjun dari Lantai 46, Isu Kerabat Pengacara Kondang Diselidiki

Tragedi Maut di Kuningan: Pria Tewas Terjun dari Lantai 46, Isu Kerabat Pengacara Kondang Diselidiki

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:14 WIB

Tiga WNA Asal India Dideportasi, Ini Perkaranya

Tiga WNA Asal India Dideportasi, Ini Perkaranya

Sumut | Senin, 20 Juli 2026 | 12:13 WIB

Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi

Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:05 WIB

×