Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM

Liberty Jemadu

Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:49 WIB
Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meminta warganya tidak panik akibat kelangkaan dan naiknya harga BBM akibat konflik di Timur Tengah. [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Lmo/rwa]
baca 10 detik
  • Perdana Menteri Albanese menenangkan publik Australia mengenai ketersediaan stok BBM di tengah kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah.
  • Beberapa SPBU di lokasi seperti Cairns melaporkan kehabisan stok BBM sementara harga naik signifikan pasca konflik dimulai.
  • Pemerintah akan rapat darurat membahas krisis, termasuk rencana merilis cadangan minyak nasional dan menurunkan standar kualitas BBM.

Suara.com - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meminta warganya untuk tidak panik karena stok BBM di negeri Kangguru tersebut masih cukup di tengah krisis energi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Permintaan ini disampaikan Albanese ketika warga Australia mulai panik akibat harga BBM yang melonjak dan beberapa stasiun pengisian bahan bakar atau SPBU mulai kehabisan stok BBM.

"Semakin lama perang ini berlangsung, maka dampaknya semakin besar. Tapi kami akan terus mempersiapkan dan melindungi warga Australia dari risiko terburuk," kata Albanese pada Jumat (27/6/2026) dilansir dari BBC.

Di Australia memang sudah mulai muncul laporan warga tak bisa menggunakan kendaraan mereka karena tak bisa membeli BBM. Sementara banyak perusahaan yang mengeluh biaya semakin mahal akibat naiknya harga BBM.

Di Cairns, sebuah kota populer untuk turis di Queensland, beberapa SPBU mengaku kehabisan bensin. Mereka juga mengeluh harga solar kini 85 persen lebih mahal dibandingkan dengan sebelum Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari lalu.

Di New South Wales, satu dari tujuh SPBU mengaku kehabisan salah satu jenis BBM yang lazimnya mereka jual.

Harga BBM di Australia juga naik tinggi. Kini harga bensin rata-rata sekitar 2,38 dolar Australia atau sekitar Rp28.000 per liter naik dari 1,71 dolar Austrlia (sekitar Rp20.000) per liter sebelum perang. Sementara harga solar di Sydney naik menjadi 3,14 dolar Australia (sekitar Rp36.000) per liter pada Kamis kemarin.

Menurut Asosiasi Jalan dan Pengemudi Nasional Australia (NRMA) kelangkaan dan melonjaknya harga terjadi karena warga panik dan menimbun BBM.

"Orang-orang membeli BBM menggunakan jeriken dan menimbunnya di rumah mereka," kata Peter Khoury, juru bicara NRMA.

baca juga

Khoury menambahkan kini perusahaan-perusahaan di Australia memerintahkan sopir-sopir mereka untuk segera mengisi BBM bahkan jika tangki mereka masih terisi separuh.

Pemerintah Australia berencana menggelar rapat kabinet darurat pada awal pekan depan untuk membahas krisis BBM di negara tersebut. Negeri Kangguru itu berencana untuk merilis cadangan minyak nasional dan bahkan bersiap menurunkan standar kualitas BBM yang dijual di pasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:44 WIB

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Pasokan Energi Jadi Rebutan di Dunia, Bahlil Wanti-wanti Masyarakat Bijak Isi BBM

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:15 WIB

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:14 WIB

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:07 WIB

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×