Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
Konferensi pers mengumumkan 8 kebijakan baru pemerintah dalam hadapi tekanan global. [Tangkapan Layar].
baca 10 detik
  • Pemerintah menetapkan delapan butir transformasi budaya kerja dan kebijakan energi efektif mulai 1 April 2026.
  • Transformasi mencakup WFH ASN setiap Jumat, efisiensi anggaran belanja kementerian, dan percepatan kebijakan biodiesel B50.
  • Kebijakan ini diproyeksikan menghasilkan efisiensi total mencapai Rp250 triliun hingga Rp260 triliun.

Suara.com - Pemerintah memaparkan delapan butir transformasi budaya kerja nasional dan kebijakan energi sebagai langkah strategis menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, paket transformasi ini dirancang untuk mendorong efisiensi, produktivitas, serta ketahanan ekonomi dalam jangka menengah hingga panjang.

"Program kebijakan ini disebut dengan delapan butir transformasi budaya kerja nasional," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Pertama, menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil dengan fundamental yang kuat meski di tengah dinamika global.

"Perlu ditekankan kepada masyarakat kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. [Tangkapan Layar].
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. [Tangkapan Layar].

Kedua, mencakup transformasi budaya kerja yang lebih efisien. Pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN), mendorong WFH di sektor swasta, membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta memangkas perjalanan dinas dalam negeri dan luar negeri.

"Penerapan Work From Home bagi ASN dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu yaitu setiap hari Jumat," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan transportasi publik, penambahan cakupan Car Free Day (CFD), serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan normal secara tatap muka.

Kemudian, Ketiga berisi imbauan kepada masyarakat untuk menghemat energi, mengurangi mobilitas, menggunakan transportasi publik, dan tetap produktif dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

baca juga

Selanjutnya, Keempat pemerintah menetapkan kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.

Lalu, kelima menyoroti potensi penghematan dari kebijakan tersebut, termasuk efisiensi dari penerapan WFH dan pengurangan mobilitas masyarakat.

"Potensi penghematan dari kebijakan Work From Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," kata Airlangga.

Keenam, mencakup prioritisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga dengan mengalihkan anggaran dari pos non-prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif.

"Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," tuturnya.

Setelah itu, ketujuh adalah penerapan kebijakan biodiesel B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026 untuk mengurangi konsumsi BBM fosil sekaligus menekan beban subsidi energi.

"Ini mulai berlaku 1 Juli 2026. Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending," ungkap Airlangga.

Terkahir, kedelapan menekankan penguatan perlindungan sosial melalui penambahan bantuan sosial kepada 22 juta keluarga penerima manfaat serta optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Penyaluran bantuan langsung tunai mitigasi risiko untuk 22 juta KPM yang akan dilaksanakan di bulan ini dan bulan depan dengan nilai Rp3,9 triliun," jelasnya.

Airlangga menegaskan, seluruh kebijakan transformasi ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun ekonomi yang lebih efisien dan berdaya tahan di tengah tekanan global.

"Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," pungkasnya.

Jika ditotal secara keseluruhan, efisiensi dari berbagai kebijakan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp250 triliun hingga Rp260 triliun, mencakup penghematan dari refocusing anggaran, subsidi energi, program MBG, serta penurunan konsumsi BBM di masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:32 WIB

×