Suara.com - Sejumlah negara Asean mulai menaikkan harga BBM sejak pertengahan Maret 2026 imbas memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Di bawah ini adalah perbandingan harga BBM di negara Asean.
Negara tetangga Indonesia, seperti Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Malaysia telah menaikkan harga BBM nonsubsidi. Hal ini merespons ancaman krisis dan kenaikkan harga minyak global imbas penutupan Selat Hormuz.
Langkah menaikkan harga BBM itu merupakan bagian dari respons darurat sejumlah negara. Contoh teranyar yakni Filipina.
Negara sejawat Indonesia di Asia Tenggara itu menetapkan kondisi darurat nasional (national emergency). Keputusan tersebut diambil oleh Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. untuk merespons disrupsi pasokan BBM dan energi negara itu.
Khusus Vietnam, negara itu menurunkan kembali harga BBM setelah sebelumnya naik. Ini tak lepas dari pemerintah Vietnam yang mengusulkan untuk memotong pajak perlindungan lingkungan BBM (kecuali etanol) dari 2.000 Vietnam Dong ke 1.000 Vietnam Dong per liter.
Sementara itu, pajak untuk BBM diesel juga dipangkas dari 1.000 Vietnam Dong ke 500 Vietnam Dong per liter. Pengurangan pajak lingkungan juga menyasar bahan bakar pesawat yakni dari 1.500 Vietnam Dong ke 1.000 Vietnam Dong.
Dilansir dari situs pemberitaan pemerintah Vietnam, keringanan pajak itu akan efektif berlaku sampai dengan 30 Juni 2026. Untuk diketahui, saat ini pajak lingkungan di negara tersebut mulai dari 6,7% dari harga BBM.
Tercatat kini harga gasoline RON 95 dipatok 24.330 dong Vietnam, E5 RON 92 28.070 dong Vietnam, dan solar 35.440 dong Vietnam.
Sementara itu, Thailand telah menaikkan harga BBM sejak 21 Maret 2026. Dilansir dari Nation Thailand, operator energi utama Thailand, termasuk PTT dan Bangchak, mengumumkan kenaikan harga bensin dan gasohol (BBM campuran bensin dan etanol) sebesar 1 baht per liter. Sementara, harga diesel naik sekitar 0,70 baht per liter.
Perinciannya, harga gasohol E85 tercatat naik menjadi 24,79 baht per liter. Lalu, gasohol E20 naik menjadi 28,05 baht per liter, gasohol 91 di level 32,68 baht per liter, serta gasohol 95 naik menjadi 33,05 baht per liter. Adapun, harga bensin (petrol) kini naik menjadi 41,64 baht per liter.
Untuk jenis BBM berkualitas tinggi, harga Super Power Diesel naik 0,70 baht menjadi 44,64 baht per liter, sedangkan Super Power Gasohol 95 meningkat 1 baht ke posisi 42,04 baht per liter.
Setali tiga uang, Singapura juga menaikkan harga BBM. Kenaikan harga terjadi secara bertahap oleh sejumlah operator SPBU.
SPC menjadi salah satu yang terbaru menyesuaikan harga dengan menaikkan bensin oktan 95 sebesar 4 sen, dari 2,87 dolar Singapura menjadi 2,91 dolar Singapura per liter pada 4 Maret 2026.
Shell menjadi operator pertama yang menaikkan harga bensin oktan 95 sebesar 4 sen menjadi 2,92 dolar Singapura per liter pada 3 Maret 2026.
Selain bensin oktan 95, SPC juga menaikkan harga bensin oktan 92 sebesar 4 sen menjadi 2,88 dolar Singapura per liter, menyamai harga di Esso dan Caltex. Adapun, Shell dan Sinopec tidak menjual bensin jenis oktan 92.