Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket

Achmad Fauzi

Rabu, 01 April 2026 | 07:52 WIB
AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket
Ilustrasi. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Wall Street ditutup menguat tajam pada 31 Maret 2026 karena optimisme pasar terhadap meredanya konflik di Iran.
  • Lonjakan tiga indeks utama dipicu pernyataan Donald Trump mengenai rencana penarikan pasukan militer AS dari Iran.
  • Presiden Iran menunjukkan keterbukaan mengakhiri perang, meski harga minyak mentah global tetap tinggi akibat ketidakpastian pasar.

Suara.com - Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Penguatanan ini didorong optimisme pelaku pasar terhadap potensi meredanya konflik Iran.

Menukil data CNBC, Tiga indeks utama kompak melonjak signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 1.100 poin atau sekitar 2,5 persen. Sementara S&P 500 menguat 2,9 persen dan Nasdaq Composite melesat 3,8 persen, menjadi kinerja harian terbaik sejak Mei.

Penguatan pasar dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut bahwa pasukan militer AS diperkirakan akan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. Pernyataan ini memperkuat harapan bahwa konflik yang berlangsung dapat segera berakhir.

Selain itu, laporan yang menyebut Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perang dengan jaminan keamanan turut menambah optimisme pasar.

Ilustrasi Saham. (Pixabay)
Ilustrasi Saham. (Pixabay)

Sebelumnya, ia juga menyatakan bahwa penyelesaian konflik memerlukan pengakuan hak Iran, kompensasi, serta jaminan internasional atas potensi agresi di masa depan.

Ketegangan geopolitik yang mulai mereda juga tercermin dari laporan media yang menyebutkan bahwa Trump bersedia mengakhiri perang meski Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka. Bahkan, ia menilai konflik kemungkinan segera berakhir dengan keterlibatan negara lain dalam menangani jalur strategis tersebut.

Meski demikian, tidak semua pelaku pasar yakin reli ini akan berlanjut. CEO Metropolitan Capital Advisors, Karen Finerman, menilai harga minyak yang masih tinggi mencerminkan ketidakpastian yang belum sepenuhnya hilang.

"Saya cenderung berpikir bahwa harga minyak mencerminkan situasi sebenarnya. Saya rasa banyak hal yang terjadi di sini—pasti terjadi penjualan berlebihan, tetapi saya rasa banyak dari ini hanyalah upaya pencitraan. Kita berada di akhir kuartal yang sangat sulit, jadi itu akan sedikit membantu, tetapi saya tidak yakin itu akan berdampak berkelanjutan," katanya.

Sebagai catatan, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga ditutup naik 4,94 persen ke level 118,35 dolar AS per barel, tertinggi sejak Juni 2022.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%

AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:32 WIB

Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:45 WIB

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Terkini

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:38 WIB

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

×