- Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menyepakati 10 nota kesepahaman bernilai Rp 173 triliun pada Kamis, 2 April 2026.
- Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kerja sama strategis yang mencakup sektor ekonomi, energi, digital, kesehatan, serta industri masa depan.
- Kolaborasi kedua negara ini bertujuan memperkuat kemitraan mineral kritis, pengembangan teknologi kecerdasan buatan, dan sektor keuangan bagi kedua pihak.
Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan resmi meneken 10 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) senilai 10 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 173 triliun.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp 173 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari siaran pers, Kamis (2/4/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea.
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dikutip dari siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (2/4/2026).
Adapun kesepakatan yang dicapai antara Indonesia dan Korea mencakup berbagai sektor prioritas mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.
Secara rinci, kerja sama tersebut meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif, khusus, penguatan kerja sama ekonomi 2.0, pengembangan kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk Kesehatan dasar dan Pembangunan manusia.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan di bidang energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta industri jasa pembangkit lepas pantai.
Lebih lanjut, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta kerja sama keuangan, termasuk kemitraan antara Danantara Indonesia dengan Export-Import Bank of Korea.