Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia. Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang). Desain Gemini AI.
baca 10 detik
  • Konflik Timur Tengah ancam 75% impor sulfur RI, bahan baku vital pupuk & nikel.
  • Gangguan Selat Hormuz picu lonjakan biaya logistik dan harga sulfur hingga 200%.
  • Industri baterai EV (HPAL) berisiko terhenti akibat putusnya pasokan sulfur.

Suara.com - Eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak serius terhadap rantai pasok industri di Indonesia.

Salah satu komoditas yang paling terdampak adalah sulfur (belerang), bahan baku vital yang 75% kebutuhan nasionalnya masih bergantung pada impor dari wilayah Teluk Persia.

Gangguan pada jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz menyebabkan keterlambatan pengiriman dan lonjakan biaya logistik (freight), yang memicu kekhawatiran bagi sektor pupuk dan hilirisasi mineral di tanah air.

PT Petrokimia Gresik, salah satu konsumen sulfur terbesar di Indonesia untuk produksi pupuk fosfat dan ZA, menyatakan terus memantau situasi dengan ketat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Pasalnya, sekitar 33% perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia.

"Indonesia sendiri masih mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfurnya dari sana. Konflik geopolitik tentu mengancam jalur logistik dan stabilitas harga," ujar Daconi dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali beberapa waktu lalu.

Menurut Daconi, kebutuhan asam sulfat nasional kini melonjak hingga 19 juta ton per tahun. Sektor pupuk dan hilirisasi mineral terutama nikel menjadi motor utama permintaan tersebut. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta permintaan sulfur global.

Menghadapi tantangan global, dirinya mengaku telah mencari alternatif pemasok sulfur di luar kawasan yang berkonflik, demi menjamin stabilitas harga dan kepastian stok bahan baku dan memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi domestik.

Daconi juga menyoroti tren baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Proses high-pressure acid leaching (HPAL) pada tambang nikel membutuhkan asam sulfat dalam jumlah jumbo. Pertumbuhan industri EV inilah yang membuat sulfur kian menjadi komoditas "seksi" dan strategis.

baca juga

PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sebagai salah satu pemain utama nikel, mengakui pentingnya stabilitas pasokan bahan penolong ini.

“Iya. Memang saat ini kita juga mengkonsumsi sulfur itu banyak dari Middle East ya. Tanpa adanya peristiwa yang saat saat ini terjadi di daerah teluk itu pun, harga sulfur itu sudah sangat luar biasa naiknya lebih dari 200%,” kata Budiawansyah kepada awak media.

Disisi lain Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, dalam forum Argus Fertilizer Asia Conference 2026 mengatakan tingginya ketergantungan akan pasokan sulfur dari Timur Tengah kini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi struktur biaya hingga arus perdagangan nikel global.

Kondisi tersebut, menurut Meidy, berdampak signifikan terhadap industri nikel, khususnya pada fasilitas pengolahan HPAL yang sangat bergantung pada sulfur sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.

"Dengan 80% bergantung pada suplai Timur Tengah dan 45% perdagangan global melewati satu chokepoint, sulfur kini secara langsung membentuk struktur biaya, arus perdagangan, dan penetapan harga,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah sumber impor. Langkah yang disiapkan antara lain mendorong optimalisasi sulfur domestik dari hasil sampingan penyulingan minyak bumi (RU) milik Pertamina, meskipun secara volume saat ini belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan industri nasional yang terus tumbuh.

Dalam riset Shanghai Metal Market (SMM), lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Sulfur tersebut banyak dimanfaatkan untuk industri pengolahan nikel utamanya smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) untuk produksi mixed hydroxide precipitate (MHP).

Pada 2025, Arab Saudi menjadi pemasok terbesar sekitar 1,76 juta ton, Qatar sebanyak 967.000 ton, UEA 918.000 ton, Kanada 515.000 ton, Kuwait 366.000 ton, Malaysia sebesar 146.000 ton, dan Singapura 115.000 ton.

SMM mencatat pelabuhan ekspor sulfur utama di Timur Tengah, antara lain; Ruwais di UEA, Jubail dan Ras al-Khair di Arab Saudi, Ras Laffan di Qatar, Al Zour dan Shuaiba di Kuwait, dan Bandar Imam Khomeini di Iran harus mengangkut komoditas tersebut melewati Teluk Persia kemudian melalui Selat Hormuz.

“Lebih dari 75% impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Struktur pasokan yang sangat terkonsentrasi ini berarti bahwa setelah penutupan Selat Hormuz, sumber bahan baku utama untuk proyek MHP Indonesia akan terputus,” tulis SMM dalam risetnya.

Meskipun begitu, SMM menyatakan terdapat beberapa opsi rute yang bisa ditempuh oleh para eksportir tersebut, tetapi rute tersebut sulit dilalui kapal tanker dengan pasokan besar.

Pertama, pelabuhan Fujairah di UAE. Pelabuhan tersebut terletak di luar selat di Teluk Oman, tetapi jauh dari kawasan produksi di Teluk Persia.

Lalu, biaya transportasi darat akan lebih tinggi dan kapasitas terbatas, serta sulit memprioritaskan pengiriman sulfur dari lokasi tersebut dalam jumlah besar ketika kondisi krisis.

Kedua, pelabuhan Laut Merah di Arab Saudi. Sulfur dapat diangkut melalui darat ke Pelabuhan Yanbu. Namun, transportasi darat memiliki jarak yang jauh dan biaya yang dikeluarkan berpotensi lebih mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Tertangkap Basah Maling di Pesawat Rute TaipeiJakarta, WNA China Ditolak Masuk Bandara Soetta

Tertangkap Basah Maling di Pesawat Rute TaipeiJakarta, WNA China Ditolak Masuk Bandara Soetta

Banten | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI

Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Dekonstruksi Road Trip Kriminal yang Segar dan Nyeleneh dalam Film Idiots

Dekonstruksi Road Trip Kriminal yang Segar dan Nyeleneh dalam Film Idiots

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari

Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Berapa Minimal SPF untuk Sunscreen agar Flek Hitam Memudar? Ini 5 Produk Lokal Terfavorit

Berapa Minimal SPF untuk Sunscreen agar Flek Hitam Memudar? Ini 5 Produk Lokal Terfavorit

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Uang Rumah Tangga Jadi Lebih Hemat dengan Promo Tagihan Listrik BRImo

Uang Rumah Tangga Jadi Lebih Hemat dengan Promo Tagihan Listrik BRImo

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi

Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi

Bogor | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Sinopsis King of Comedy, Dracin Yang Chao Yue dan Jiang Long di iQiyi

Sinopsis King of Comedy, Dracin Yang Chao Yue dan Jiang Long di iQiyi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Menlu Diganti, Pengamat Soroti Diplomasi Indonesia Era Sebelumnya

Menlu Diganti, Pengamat Soroti Diplomasi Indonesia Era Sebelumnya

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:44 WIB

×