Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
Peta geopolitik di Teluk Persia sedang berada di titik nadir. Konflik bersenjata yang melibatkan  Amerika Serikat - Isarel Vs Iran kini bukan lagi sekadar urusan kedaulatan, melainkan ancaman nyata bagi urat nadi perdagangan dunia, termasuk Indonesia. Desain Gemini AI.
baca 10 detik
  • Gangguan Selat Hormuz ancam hilangnya devisa RI hingga USD 606,85 juta.
  • Lonjakan harga migas bebani biaya produksi dan perlebar defisit neraca migas.
  • Pelemahan ekonomi China, Jepang, dan India tekan permintaan komoditas Indonesia.

Suara.com - Peta geopolitik di Teluk Persia sedang berada di titik nadir. Konflik bersenjata yang melibatkan  Amerika Serikat - Isarel Vs Iran kini bukan lagi sekadar urusan kedaulatan, melainkan ancaman nyata bagi urat nadi perdagangan dunia, termasuk Indonesia.

Selat Hormuz adalah jalur tunggal bagi delapan negara Teluk (UAE, Arab Saudi, Qatar, Oman, Irak, Iran, Kuwait, dan Bahrain). Tanpa jalur alternatif yang memadai, setiap gangguan di selat ini praktis mengunci arus keluar-masuk komoditas global.

Laporan terbaru dari CORE Insight bertajuk "Awas Efek Domino Konflik Timur Tengah" membedah bagaimana bara api di Hormuz bisa membakar neraca perdagangan RI.

"Kami mengestimasi melalui skema moderat, dengan asumsi gangguan di Selat Hormuz terjadi selama 6 minggu, volume lalu lintas selatterganggu 80%, Indonesia berpotensi kehilangan nilai ekspor dari kawasan Teluk Persia sebesarUSD606,85 juta," tulis laporan CORE Indonesia dikutip Sabtu (4/4/2026).

Pintu Ekspor yang Terancam Terkunci

Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi adalah pemain kunci bagi Indonesia di kawasan ini, dengan penguasaan 72% total perdagangan RI di Teluk Persia. Komoditas seperti minyak sawit, perhiasan, logam mulia, hingga suku cadang kendaraan kini berada di zona merah.

Khusus untuk UEA, Indonesia baru saja menikmati bulan madu lewat perjanjian IUAE-CEPA yang mendorong pertumbuhan ekspor hingga 31,6% pada 2025. Namun, blokade Hormuz bisa menghapus momentum tersebut. Estimasi moderat CORE menyebutkan: gangguan selama 6 minggu dengan penyusutan lalu lintas 80% berpotensi melenyapkan nilai ekspor RI sebesar USD 606,85 juta.

Efek Getar pada Mitra Dagang Utama

Dampak yang lebih mengerikan justru datang secara tidak langsung melalui pelemahan ekonomi mitra dagang utama RI seperti Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.

baca juga

Tiongkok sendiri sebagai mitra terbesar RI dengan share mencapai 23,7%.

"Tiongkok sangat bergantung pada energi dari Teluk. Lonjakan biaya energi akan memukul manufaktur mereka, yang berujung pada anjloknya permintaan bahan baku nikel dan batu bara dari Indonesia," sebut laporan itu.

Jepang sebagai 'Saudara Tua' Indonesia juga bernasib sama. Toyota bahkan sudah memangkas produksi 40.000 unit untuk pasar Timur Tengah. Jika Jepang goyah, permintaan komponen otomotif dari RI dipastikan merosot.

Begitu juga dengan India. Selain krisis energi, mereka bergantung pada remitansi 8-9 juta diaspora di Timur Tengah sebesar USD 51 miliar. Penurunan daya beli di India akan memukul ekspor kelapa sawit dan pupuk nasional.

Peta geopolitik di Teluk Persia sedang berada di titik nadir. Konflik bersenjata yang melibatkan  Amerika Serikat - Isarel Vs Iran kini bukan lagi sekadar urusan kedaulatan, melainkan ancaman nyata bagi urat nadi perdagangan dunia, termasuk Indonesia. Desain Gemini AI.
Peta geopolitik di Teluk Persia sedang berada di titik nadir. Konflik bersenjata yang melibatkan  Amerika Serikat - Isarel Vs Iran kini bukan lagi sekadar urusan kedaulatan, melainkan ancaman nyata bagi urat nadi perdagangan dunia, termasuk Indonesia. Desain Gemini AI.

Ancaman Investasi dan Impor Bahan Baku

Singapura, sebagai hub keuangan dan sumber FDI nomor satu bagi Indonesia (USD 17 miliar pada 2025), juga sangat rentan. Perlambatan di Singapura tidak hanya mengganggu logistik, tapi juga berisiko menghambat aliran investasi masuk ke tanah air.

Di sisi lain, Indonesia sebagai net-importir minyak akan menghadapi pembengkakan defisit neraca migas. Pelemahan manufaktur di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan—tiga pemasok barang modal terbesar kita juga akan memicu kenaikan harga input produksi di dalam negeri. Secara struktural, ini adalah resep sempurna bagi inflasi biaya produksi.

Simpulan: Ancaman Stagflasi di Depan Mata?

Konflik Iran dan gangguan Selat Hormuz bukan sekadar masalah penurunan ekspor. Sebagai net-importir minyak, Indonesia juga harus menghadapi potensi pelebaran defisit neraca migas akibat lonjakan harga minyak dunia.

Di sisi lain, pelemahan kapasitas manufaktur di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan akan mengganggu pasokan barang modal dan bahan baku industri nasional. Ini adalah resep sempurna bagi kenaikan harga input produksi secara struktural di dalam negeri.

Pemerintah dan pelaku usaha kini harus menatap layar radar dengan lebih waspada. Tanpa strategi diversifikasi pasar yang cepat dan penguatan ketahanan energi domestik, "Efek Domino" dari Selat Hormuz bisa mengubah optimisme ekonomi 2026 menjadi tantangan yang sangat melelahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Segelas Kopi Rp30 Ribu dan Ketakutan Akan Hari Esok yang Kian Mahal

Segelas Kopi Rp30 Ribu dan Ketakutan Akan Hari Esok yang Kian Mahal

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 11:31 WIB

Terkini

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

27 Pejabat Polri Dilantik, Kursi Kapolda Metro Jaya Justru Masih Kosong Ini Alasannya

27 Pejabat Polri Dilantik, Kursi Kapolda Metro Jaya Justru Masih Kosong Ini Alasannya

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×