Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026

Achmad Fauzi

Senin, 06 April 2026 | 15:25 WIB
Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), Agung Budi Waskito, mengungkap rencana merger BUMN Karya yang akan memangkas jumlah perusahaan dari tujuh menjadi tiga pada Semester II 2026. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Proses merger ditargetkan rampung pada Semester II 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi sektor konstruksi.
  • BPI Danantara mewajibkan penyehatan keuangan sebelum merger dilakukan.
  • Selain sehat, BUMN Karya juga harus meningkatkan kualitas laporan keuangan dan operasional sebelum digabung.

Suara.com - Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito membeberkan nasib penggabungan atau merger BUMN Karya yang masih dalam rencana. Ditargetkan proses merger berlangsung hingga selesai pada Semester II-2026.

Adapun, saat ini ada tujuh BUMN Karya yang terdiri dari PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero).

Agung mengungkapkan, dari tujuh BUMN itu hanya akan ada tiga BUMN karya. Sayangnya, ia tak merinci perusahaan mana yang akan di-merger.

"Rencananya di semester II 2026 dari tujuh menjadi tiga. Dari ketiga ini rencananya di semester II ini," ujarnya saat ditemui di Kantor Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

Dengan memperpanjang tenor utang, WIKA berhasil menurunkan risiko likuiditas dan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perusahaan untuk mengejar proyek-proyek strategis.
WIKA direncanakan masuk dalam Merger BUMN Karya

Kendati demikian, Agung mengaku ada persyaratan khusus dari BPI Danantara, jika mau merger ini terjadi. Salah satunnya, seluruh kinerja keuangan BUMN karya dalam kondisi yang sehat.

"Sehingga kita lebih mengutamakan bagaimana restrukturisasi penyehatan keuangan dulu karena memang daripada sakit, digabungkan-gabung malah nggak sehat juga kan," katanya.

"Sehingga dia sehat dulu dan langkahnya dari Danantara bahwa yang pertama penyehatan dari BUMN Karya dulu," Sambung Agung

Kemudian, Danantara juga mewajibkan BUMN Karya memiliki laporan keuangan yang ciamik serta adanya transparansi baik dari sisi keuangan maupun operasional.

"Yang kedua adalah bagaimana laporan keuangan ini lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya," ucapnya.

baca juga

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusanatara (BPI Danantara) Dony Oskaria memberi kabar soal nasib BUMN-BUMN Karya di bawah lembaga baru. Banyak skema yang akan dilakukan Danantara untuk mengatur BUMN-BUMN Karya tersebut.

Salah satunya, bilang Dony, melakukan pengurangan jumlah BUMN Karya lewat skema penggabungan usaha atau merger.

"Skemanya tentu akan multi dan salah satu yang pasti ada mergernya pasti. Jadi pengurangan dari jumlah BUMN karya kita. Ini sedang kita kaji," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Danantara Buka Pendaftaran Gelombang II Proyek Listrik Tenaga Sampah

Danantara Buka Pendaftaran Gelombang II Proyek Listrik Tenaga Sampah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 08:26 WIB

Terkini

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

×