Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Dicky Prastya

Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB
Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan mengklaim petinggi BPI Danantara telah setuju PNM dialihkan menjadi Special Mission Vehicle di Kemenkeu.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengeluhkan proses akuisisi PNM ke Kemenkeu berjalan lambat meskipun sudah ada kesepakatan.
  • CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan rencana tersebut baru sebatas diskusi dan perlu prosedur resmi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau para petinggi BPI Danantara telah sepakat bahwa PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bakal dialihkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya mengeluhkan kalau pengambilalihan PNM menjadi Special Mission Vehicle (SMV) langsung di bawah Kemenkeu berlangsung lambat, meskipun bos Danantara sudah setuju.

"Ini masih didiskusikan. Kalau di sana, di atas katanya sudah setuju. Di bawahnya saya enggak tahu, masih belum. Sepertinya di sana juga kayak birokrasi kan BUMN, memang lambat. Iya iya, tapi enggak," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Minggu (29/3/2026).

Bendahara Negara juga bingung kenapa akuisisi PNM ke Kemenkeu masih belum dilaksanakan. Padahal status BPI Danantara dinilainya sudah menjadi entitas privat.

"Saya enggak ngerti sih, ya mixed. Ada yang bilang iya, ada yang bosnya bilang iya tapi enggak dijalanin. Kan itu namanya mixed. Itu ya birokrat begitu lah. Jadi lupa, mereka sudah private entity," beber dia.

Purbaya juga menjelaskan alasan PNM mau diambilalih Kemenkeu. Jika sudah resmi, ia bisa memantau kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Nanti suatu saat KUR akan lewat situ. Daripada saya pusing-pusing memeriksa bank lain gimana kerjanya. Kalau di bawah saya, saya bisa pecat. Kalau enggak dijalanin kita pecat langsung," tuturnya.

"Saya ngasih uang bunga subsidi Rp 40 triliun setiap tahun, hilang. Kalau saya kasih di situ bergulir, lima tahun sudah punya Rp 200 triliun, sudah bank gede dia," jelasnya.

Sebelumnya Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, memastikan belum ada rencana PT Permodanal Nasional Madani (PNM) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

baca juga

Menurutnya, Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mau mengambil PNM masih hanya omon-omon belaka.

"Pak Menteri (Menkeu Purbaya) kan baru bicara aja ke saya, baru menyampaikan itu pun sambil berjalan gitu. Jadi ya kita masih bicara aja lah," ujarnya dalam CNA Summit 2026: Smart Growth: Navigating Investment and Innovation ini a New Era, di Jakarta, yang dikutip Jumat (6/2/2026).

Namun, Rosan menyebut, tidak menutup kemungkinan bahwa memang PNM bisa di bawah Kementerian lain. Akan tetapi, dia akan melihat dulu penawaran yang ditodongkan oleh Danantara sebagai pemegang saja BUMN-BUMN.

"Kita sih terbuka, kita lihat mana yang terbaik, kita selalu terbuka kok gitu ya. Kan presentasinya ke kami juga belum, yang resminya juga belum, ini barunya hanya bincang-bincang saja," imbuhnya.

Selain itu, Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini mengingatkan bahwa perubahan kepemilikan BUMN harus melalui prosedur. Apalagi, PNM merupakan anak usaha dari BRI yang notabene perusahaan terbuka.  

"Jadi kita juga semua prosesnya harus kita jaga, kita harus proper, harus terbuka, dan kita juga harus memahamikan kepentingan dari minority interest dan lain-lainnya," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:14 WIB

Ambisi Purbaya Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Jika Gagal Bisa Diminta Mundur

Ambisi Purbaya Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Jika Gagal Bisa Diminta Mundur

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:52 WIB

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:29 WIB

PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro

PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:00 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Terkini

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

×