Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 16:08 WIB
Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen
Rapor merah membayangi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang tahun buku 2025. Foto Yaumal-Suara.com
  • Laba bersih PTBA 2025 anjlok 42,5% ke Rp2,93 triliun akibat jatuhnya harga batu bara global.
  • Meski produksi naik 9%, profit PTBA tergerus dalam karena indeks Newcastle merosot 22%.
  • Dirut PTBA klaim efisiensi, namun pasar soroti penurunan tajam laba bersih emiten pelat merah.

Suara.com - Rapor merah membayangi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang tahun buku 2025. Emiten pertambangan batu bara pelat merah ini terpaksa gigit jari setelah mencatatkan kejatuhan laba bersih yang cukup signifikan di tengah fluktuasi pasar komoditas global.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, PTBA hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun. Angka ini merosot tajam hingga 42,5 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang masih perkasa di angka Rp5,10 triliun.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, berdalih bahwa merosotnya profitabilitas perusahaan tak lepas dari koreksi harga jual rata-rata akibat indeks Newcastle yang anjlok hingga 22 persen.

"Meski harga jual rata-rata terkoreksi, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional," ujar Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Namun, klaim efisiensi tersebut tampaknya kontras dengan realitas laba yang tergerus hampir separuh dari tahun sebelumnya. Meskipun EBITDA tercatat sebesar Rp6,08 triliun, pasar tetap menyoroti ketidakmampuan perseroan membentengi profit dari hantaman harga global.

Di tengah penurunan laba, PTBA justru terus memacu volume produksi hingga 47,2 juta ton (naik 9 persen) dan volume penjualan 45,4 juta ton. Namun, kenaikan volume ini tidak mengompensasi hilangnya pendapatan akibat jatuhnya harga pasar.

Perseroan juga terlihat jor-joran dalam belanja modal (capex) senilai Rp4,55 triliun yang dialokasikan untuk infrastruktur jangka panjang. Disisi lain PTBA mengalokasikan 54 persen total penjualannya untuk kebutuhan domestik demi menjaga ketahanan energi nasional. Untuk porsi ekspor tercatat sebesar 46 persen sebagai hasil dari langkah ekspansi dan diversifikasi pasar global perusahaan.

Untuk tahun 2026, PTBA mematok target produksi dan penjualan yang lebih tinggi, yakni 49,5 juta ton. Arsal menyatakan pihaknya akan menerapkan strategi penambangan selektif untuk menjaga daya saing.

"PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026

Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:25 WIB

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:19 WIB

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:05 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:56 WIB

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:39 WIB

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:54 WIB

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:49 WIB