Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
Petugas mengangkut karung beras di Gudang Bulog Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/agr]
  • Harga beras di Maluku & Papua konsisten di atas HET selama berbulan-bulan.
  • Selisih harga beras premium di Papua mencapai 85% dari batas maksimal pemerintah.
  • Pemerintah dinilai gagal menunaikan janji stabilitas harga di wilayah Timur.

Suara.com - Stabilitas harga pangan di wilayah Timur Indonesia tengah menjadi sorotan tajam. Harga beras di Zona II dan III, khususnya wilayah Maluku hingga Papua, dilaporkan terus meroket hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, mengungkapkan bahwa fenomena ini seolah luput dari pantauan pengambil kebijakan. Padahal, kondisi harga yang berada di atas "plafon" tersebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

“Kalau diamati lebih detail, sebetulnya ada fenomena lain yang sepertinya luput dari perhatian: harga beras di zona II dan III mayoritas di atas HET. Itu sudah terjadi berbulan-bulan,” tegas Khudori dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 7 April 2026, lonjakan paling signifikan terjadi pada komoditas beras premium. Di wilayah Maluku, harga beras premium tercatat 11,81 persen hingga 17,09 persen di atas HET.

Kondisi lebih memprihatinkan ditemukan di Papua. Khudori menyebutkan angka selisih harga yang sangat lebar dibandingkan aturan pemerintah.

“Di Papua, harga beras premium berada di kisaran 9,82 persen hingga 85,32 persen di atas HET,” jelasnya.

Sementara itu, untuk beras medium, meskipun tekanannya tidak sebesar beras premium, harganya tetap terpantau masih di atas HET di sejumlah daerah Maluku dengan rentang 1,81 persen hingga 6 persen. Namun, ada sedikit angin segar di Papua Barat Daya, di mana harga beras medium terpantau Rp14.000 per kg atau 9,67 persen di bawah HET yang dipatok Rp15.500 per kg.

Menurut Khudori, ketidakmampuan menjaga harga sesuai HET di wilayah Timur Indonesia merupakan bukti nyata bahwa kebijakan tersebut belum efektif, terutama di daerah dengan tantangan distribusi tinggi. Ia menilai HET seharusnya menjadi jaminan negara bagi daya beli masyarakat.

“Kalau HET adalah janji pemerintah bahwa warga dijamin bisa mendapatkan beras pada batas harga toleransi tertinggi daya beli di masing-masing zona, berarti janji itu sudah lama tidak bisa ditunaikan,” ungkap Khudori dengan nada kritis.

Ia menekankan bahwa pemenuhan hak akses pangan yang terjangkau bagi warga di Maluku dan Papua adalah konsekuensi yang harus dipikul oleh negara.

"Kalau warga di wilayah timur Indonesia berteriak agar hak mereka dipenuhi, itu tidak salah. Ini konsekuensi kita dalam bernegara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Pemerintah Jamin Stok Beras Aman, Cadangan Capai 4,5 Juta Ton

Pemerintah Jamin Stok Beras Aman, Cadangan Capai 4,5 Juta Ton

Foto | Senin, 06 April 2026 | 18:30 WIB

Gempa 7,6 SR Guncang Sulawesi Utara - Maluku Utara, Legislator Imbau Agar Warga Waspada

Gempa 7,6 SR Guncang Sulawesi Utara - Maluku Utara, Legislator Imbau Agar Warga Waspada

DPR | Senin, 06 April 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:39 WIB