Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 07:16 WIB
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Yaumal]
  • Menko Infrastruktur AHY merencanakan pembangunan dan reaktivasi rel kereta api sepanjang 14 ribu kilometer di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Proyek infrastruktur jangka panjang hingga tahun 2045 tersebut diperkirakan membutuhkan total anggaran investasi mencapai Rp1.200 triliun secara bertahap.
  • Pemerintah akan menerapkan skema pendanaan kreatif melalui APBN, APBD, serta kerja sama investasi swasta dalam maupun luar negeri.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pemerintah akan mereaktivasi dan membangun rel kereta api nasional sepanjang 14 ribu kilometer.

Proyek ini difokuskan pada pengembangan konektivitas di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 kilometer," kata AHY saat menggelar konferensi pers di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

AHY mencatat bahwa dari total 12.000 kilometer rel yang ada di Indonesia, 10.000 kilometer di antaranya berada di Pulau Jawa, namun hanya 7.000 kilometer yang saat ini masih aktif.

Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi menjadi wilayah yang strategis untuk pengembangan moda transportasi kereta api.

"Di wilayah-wilayah yang memang potensi utamanya adalah sumber daya alam, komoditas ekstraktif, maka perlu didukung oleh transportasi logistik kereta yang benar-benar bisa digunakan secara efektif dan efisien," kata AHY.

Ilustrasi kereta api. (Foto: Dok. PT KAI)
Ilustrasi kereta api. (PT KAI)

Dia menyebut bahwa proses pembangunannya tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, setidaknya memerlukan waktu jangka menengah hingga panjang.

"Sehingga harus ada quick wins-nya dan harus ada anggaran yang memadai. Nah disinilah kita menghitung jumlah kira-kira kebutuhannya seperti apa dalam 20 tahun menuju 2045," kata AHY.

Berdasarkan perhitungan awal, pengembangan infrastruktur kereta api tersebut diperkirakan membutuhkan dana setidaknya Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.

"Biayanya diperkirakan sekitar Rp1.200 triliun untuk jangka waktu 20 tahun," ujar AHY.

Dengan estimasi tersebut, dibutuhkan alokasi anggaran tahunan sekitar Rp60 triliun hingga Rp65 triliun. Meski demikian, AHY menekankan bahwa angka ini belum bersifat final.

"Karena sekali lagi membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kita kembangkan," ujarnya.

AHY mengatakan, dalam proses pembangunannya tidak bisa hanya bergantung pada APBN, tapi juga dari APBD dan skema pembiayaan lainnya dengan bekerja sama dengan pihak swasta, termasuk investasi dari luar negeri.

"Jadi kita harapkan ada sumber-sumber keuangan kreatif lainnya yang bisa dikembangkan bukan hanya untuk membangun prasarana tapi juga mengembangkan industri dalam negeri," kata AHY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB

Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1

Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1

Foto | Kamis, 19 Maret 2026 | 19:38 WIB

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB