Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB
Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!
Nilai tukar Rupiah tengah berada dalam tekanan hebat. Pada perdagangan Kamis (23/4/2026) siang, mata uang Garuda terpantau loyo hingga menembus level psikologis baru di angka Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS). Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah tembus Rp17.300/USD akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga minyak.
  • BI lakukan intervensi berlapis di pasar spot, DNDF, hingga pembelian SBN di pasar sekunder.
  • Amunisi kuat, cadangan devisa Maret 2026 capai USD148,2 miliar untuk jaga stabilitas.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah tengah berada dalam tekanan hebat. Pada perdagangan Kamis (23/4/2026) siang, mata uang Garuda terpantau loyo hingga menembus level psikologis baru di angka Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia (BI) langsung pasang badan memastikan stabilitas pasar tetap terjaga.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa pelemahan ini tak lepas dari badai ketidakpastian global yang juga menghantam mata uang di kawasan Asia. Secara year-to-date, Rupiah tercatat melemah sebesar 3,54 persen.

"Tekanan terhadap Rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional," ujar Destry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).

Guna meredam gejolak, BI memastikan akan terus meningkatkan intensitas intervensi. Tidak hanya mengandalkan satu jalur, bank sentral melakukan aksi di berbagai lini:

  • Pasar Offshore: Melalui Non-Deliverable Forward (NDF).
  • Pasar Domestik: Intervensi langsung di pasar Spot dan Domestic NDF (DNDF).
  • Pasar Sekunder: Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga kepercayaan investor.

BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market. Langkah ini diambil agar aset domestik tetap seksi di mata investor meskipun konflik di Timur Tengah terus membara.

Meski rupiah terpuruk hingga 0,8 persen—penurunan harian terbesar sejak September lalu menurut data Bloomberg—BI meminta pasar tidak panik. Destry membeberkan bahwa amunisi Indonesia masih sangat mencukupi.

"Cadangan devisa tetap kuat sebesar USD148,2 miliar pada akhir Maret 2026," tegasnya.

Pelemahan Rupiah kali ini memang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang merusak sentimen terhadap aset-aset negara berkembang. Namun, BI menegaskan akan selalu hadir di pasar dengan langkah-langkah terukur untuk memastikan Rupiah tidak liar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solois Kwon Eun Bi Resmi Gabung RBW, Satu Agensi dengan MAMAMOO

Solois Kwon Eun Bi Resmi Gabung RBW, Satu Agensi dengan MAMAMOO

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 11:10 WIB

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:55 WIB

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×