Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 08:34 WIB
Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
  • Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil di bawah pengawasan ketat meskipun menghadapi tekanan global.
  • Bank Indonesia mengoptimalkan cadangan devisa sebesar 148,2 miliar dolar AS untuk melakukan intervensi serta menjaga stabilitas kurs nasional.
  • Strategi penguatan kebijakan moneter melalui instrumen SRBI diterapkan untuk menarik modal asing dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik tetap positif.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini masih berada dalam pantauan ketat meskipun tengah mengalami tekanan global.

Bank Indonesia terus berkomitmen melakukan berbagai langkah intervensi dan stabilisasi agar kurs Rupiah hari ini tetap terjaga serta mencerminkan fundamental ekonomi nasional di tengah
ketidakpastian pasar keuangan internasional.

Perry menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai 148,2 miliar dolar AS menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar.

Menurutnya, jumlah cadangan devisa tersebut jauh lebih dari cukup untuk melakukan intervensi pasar dan memastikan ketahanan eksternal Indonesia terhadap dampak geopolitik yang sedang bergejolak.

"Kami terus melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Cadangan devisa kami sebesar 148,2 miliar dolar AS masih lebih dari cukup untuk memastikan stabilisasi ini," ujar Perry Warjiyo dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (22/4/2026).

Selain mengandalkan cadangan devisa, BI juga memperkuat kebijakan moneter melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Dalam sebulan terakhir, BI telah meningkatkan struktur imbal hasil instrumen tersebut guna menarik aliran modal asing (portfolio inflow) kembali masuk ke pasar domestik, baik melalui SRBI maupun Surat Berharga Negara (SBN).

Perry menekankan bahwa secara teknis, posisi Rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.

Ia meyakini bahwa ke depannya, nilai tukar akan cenderung bergerak stabil dan menguat didukung oleh kondisi
fundamental ekonomi yang sangat solid.

"Secara fundamental, nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang tetap rendah, daya tarik investasi yang terjaga, serta komitmen penuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas," tambahnya.

Lebih lanjut, Perry meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap optimis. Pasalnya, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia, khususnya dalam koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, terjalin sangat erat untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dari guncangan eksternal.

Dengan penguatan sinergi tersebut, proyeksi ekonomi Indonesia tetap positif meskipun dihadapkan pada tantangan berat akibat kondisi geopolitik dunia.

Langkah strategis Bank Indonesia dalam mengoptimalkan instrumen moneter diharapkan mampu terus menarik minat investor asing dan memperkokoh posisi Rupiah sebagai mata uang yang resilien di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:50 WIB

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Terkini

IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya

IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:27 WIB

Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%

Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:07 WIB

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:53 WIB

Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:39 WIB

Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya

Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:28 WIB

Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api

Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:16 WIB

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB