Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 14:10 WIB
Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
  • Kurs tembus Rp17.301 per dolar AS akibat tekanan geopolitik global.
  • Pemerintah tak mau reaktif dan sebut mata uang regional ikut bergejolak.
  • Menko Perekonomian tegaskan stabilisasi nilai tukar adalah tanggung jawab Bank Indonesia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Pada perdagangan Kamis (23/4/2026) siang, mata uang Garuda resmi terperosok hingga melewati level psikologis baru di angka Rp17.301.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, buka suara terkait jebloknya nilai tukar ini. Menurutnya, tekanan hebat yang dialami rupiah merupakan dampak langsung dari dinamika global yang tengah membara, termasuk memanasnya konflik geopolitik di berbagai belahan dunia.

"Ya kan itu gejolak, gejolak global juga," ujar Airlangga saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

Airlangga berkilah bahwa nasib nahas ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Ia menyebut mayoritas mata uang di kawasan regional juga sedang babak belur dihantam keperkasaan dolar AS.

"Karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak," imbuhnya.

Meski posisi rupiah kian terpojok, Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah gegabah. Ia menegaskan, fluktuasi pasar yang sangat dinamis tidak bisa disikapi dengan kebijakan yang bersifat reaktif setiap saat.

Pemerintah memilih untuk memasang mode wait and see sembari memantau pergerakan pasar lebih dalam.

"Nanti kita monitor saja (pergerakan nilai tukar rupiah) karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif," tegas Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga pun melempar tanggung jawab stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia (BI). Ia meyakini bank sentral memiliki instrumen yang cukup untuk meredam gejolak di pasar valas.

"Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah)," pungkasnya singkat.

Berdasarkan data pasar pada pukul 12.10 WIB, rupiah terpantau nangkring di level Rp17.301 per dolar AS. Posisi ini merosot tajam jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi tadi yang masih berada di level Rp17.255.

Jika ditarik dari penutupan hari sebelumnya, rupiah tercatat sudah keok sebesar 74 poin atau melemah sekitar 0,43 persen. Kondisi ini kian menambah beban berat bagi sektor riil dan impor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:55 WIB

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:34 WIB

Terkini

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:01 WIB

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:26 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:14 WIB

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:55 WIB

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:51 WIB

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:49 WIB