Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 11:20 WIB
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
Bagi para pelaku pasar, ayunan harga yang drastis ternyata berdampak lebih dari sekadar angka di layar. Ada respons emosional yang kerap menentukan nasib modal mereka. Foto Antara.
  • Volatilitas pasar memicu respons emosional yang mengaburkan logika rasional investor.
  • Persepsi risiko bersifat dinamis, berubah tergantung kondisi mental dan pengalaman trader.
  • Tekanan pasar cenderung membuat investor fokus jangka pendek dan lebih takut rugi.

Suara.com - Pasar finansial memang tidak pernah bisa diam dalam waktu lama. Kadang bergerak kalem, tapi tak jarang melompat tajam. Volatilitas tinggi seolah sudah menjadi "menu wajib" dalam lanskap investasi. Namun, bagi para pelaku pasar, ayunan harga yang drastis ternyata berdampak lebih dari sekadar angka di layar. Ada respons emosional yang kerap menentukan nasib modal mereka.

Menyadari dan mengenali respons emosional ini sering kali menjadi aspek yang kurang dihargai, padahal sangat krusial saat berinteraksi dengan pasar.

Ketika harga aset bergerak cepat dan tak terduga, rasa emosional adalah reaksi yang manusiawi. Inti dari volatilitas adalah ketidakpastian, dan secara psikologis, ketidakpastian selalu memicu rasa tidak nyaman.

Meski sering dianggap sebagai tanda kurang jam terbang, penelitian ekonomi perilaku menunjukkan bahwa ketidakpastian adalah ciri umum dalam pengambilan keputusan manusia di kondisi tidak stabil. Analis finansial dari broker Elev8, Kar Yong Ang, menyebut periode volatilitas sering kali memperkuat pengambilan keputusan emosional dibanding respons rasional.

"Volatilitas memengaruhi orang secara berbeda dan sering tidak konsisten. Individu yang sama bisa merespons kondisi pasar serupa dengan cara berbeda, tergantung kondisi pikiran atau pengalaman terbarunya. Persepsi risiko itu tidak tetap, ia berubah-ubah," kata Kar Yong Ang.

Saat pasar "gonjang-ganjing", respons emosional trader bisa mengubah perilaku secara dramatis. Satu trader mungkin melihat fluktuasi harga sebagai riak sementara, namun trader lain bisa menganggapnya sebagai awal dari tren kehancuran yang signifikan. Di sinilah perbedaan persepsi emosional bermain.

Sebagian orang merasa kewaspadaan mereka meningkat saat pasar volatil, namun yang lain justru merasa lelah dan kacau. Dinamika ini paling terlihat pada tabrakan antara reaksi jangka pendek dan rencana jangka panjang. Volatilitas tinggi sering kali membuat trader hanya fokus pada pergerakan harga detik demi detik dan mengabaikan gambaran besar.

Ada pola berulang saat investor berada di bawah tekanan pasar. Salah satunya adalah meningkatnya kepekaan terhadap kerugian dibanding keuntungan (loss aversion). Trader cenderung lebih berat meratapi hasil negatif daripada mensyukuri hasil positif dengan nilai yang sama.

Selain itu, terjadi penyempitan cakupan waktu. Saat pasar bergerak tajam, visi jangka panjang yang biasanya dijaga mendadak sulit dipertahankan. Apa yang ada di depan mata menggeser tujuan masa depan.

Pada akhirnya, pasar adalah lingkungan yang tidak pasti. Memahami bahwa kita membawa sejarah dan kerangka emosional sendiri ke dalam pasar adalah langkah awal untuk tetap tenang di tengah badai volatilitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:20 WIB

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:30 WIB

Antara Takut Daycare dan Realita Finansial: Haruskah Ibu Bekerja Resign?

Antara Takut Daycare dan Realita Finansial: Haruskah Ibu Bekerja Resign?

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 16:00 WIB

Terkini

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:19 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:05 WIB

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB