Festival Syawal LPPOM: Kuatkan Rantai Halal dari Hulu, Mendorong UMKM Naik Kelas

Restu Fadilah

Kamis, 30 April 2026 | 18:15 WIB
Festival Syawal LPPOM: Kuatkan Rantai Halal dari Hulu, Mendorong UMKM Naik Kelas
Festival Syawal LPPOM. (Dok: Ist)

Suara.com - Festival Syawal 1447 H yang diinisiasi LPPOM menegaskan bahwa kekuatan industri halal dimulai dari hulu. Melalui penguatan bahan baku dan UMKM, halal menjadi fondasi kepercayaan dan daya saing global.

Festival Syawal 1447 H yang diinisiasi oleh LPPOM kembali menegaskan peran sentral LPH sebagai motor penggerak penguatan ekosistem halal nasional. Sejak pertama kali digelar pada 2021, program ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga ruang strategis untuk mendorong UMKM naik kelas melalui sertifikasi halal, edukasi, dan penguatan rantai pasok.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa Festival Syawal bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. “Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas,” ujarnya.

Hingga 2025, Festival Syawal telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi bagi lebih dari 1.500 UMK. Program ini bahkan meraih penghargaan nasional seperti Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dan Best NGO Initiative 2024. Namun, bagi LPPOM, capaian tersebut bukanlah titik akhir.

Tahun ini, Festival Syawal mengangkat tema “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh”. Tema ini berangkat dari tantangan nyata di lapangan, di mana banyak pelaku UMK kesulitan memperoleh bahan baku yang terjamin kehalalannya. Muti menjelaskan, “Kita tidak bisa hanya mendorong hilir tanpa memperkuat hulu. Toko bahan baku halal masih menjadi mata rantai yang perlu diperkuat dalam ekosistem halal kita.”

Melalui program ini, LPPOM mulai menginisiasi pengembangan toko bahan baku halal di berbagai daerah, termasuk pilot project toko daging halal Metaly di Bogor serta rencana ekspansi ke beberapa wilayah lainnya. Selain itu, LPPOM juga membuka fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha toko bahan baku, meskipun hingga saat ini kuota yang tersedia belum sepenuhnya terpenuhi—sebuah refleksi  rendahnya kesadaran sertifikasi halal.

Upaya ini diperkuat dengan edukasi halal yang menjangkau lebih dari 1.500 peserta sepanjang rangkaian Festival Syawal tahun ini. LPPOM juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan syariah, guna menghadirkan dukungan yang lebih komprehensif dari sisi pembiayaan hingga akses pasar.

Lebih jauh, Festival Syawal menjadi simbol komitmen LPPOM dalam menyambungkan kembali mata rantai halal dari hulu ke hilir. Sebagai lembaga pemeriksa halal pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1988, LPPOM telah memainkan peran penting dalam memastikan kehalalan produk melalui audit yang profesional dan kredibel, sejalan dengan amanat regulasi nasional.

Momentum Festival Syawal juga mendapat apresiasi dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendorong industri halal nasional. “Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global,” ujarnya.

Berdasarkan laporan global, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam, dengan nilai ekspor halal mencapai 64,42 miliar dolar AS pada 2025. Pemerintah pun terus mendorong penguatan pasar domestik dan ekspansi global melalui berbagai program, termasuk fasilitasi branding, standardisasi mutu, hingga business matching internasional.

Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, mengingatkan bahwa halal merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa. “Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup,” tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa dari sekitar 64 juta produk yang beredar, baru 24 juta yang telah bersertifikat halal—menunjukkan masih besarnya ruang akselerasi.

Dari perspektif ulama, M. Cholil Nafis menekankan bahwa kompleksitas produk pangan modern menuntut kehati-hatian yang lebih tinggi. “Batas antara yang halal dan yang subhat semakin meluas,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa penetapan halal harus melalui audit yang ketat dan tetap menjadi kewenangan ulama, dalam sinergi bersama pemerintah.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem halal juga datang dari sektor koperasi. Perwakilan Kementerian Koperasi, Deva Rahman, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam rantai pasok halal. “Penguatan ekosistem halal menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing nasional di tingkat global,” ujarnya. Dengan puluhan ribu koperasi desa yang ada, potensi integrasi dalam ekosistem halal dinilai sangat besar.

Pada akhirnya, Festival Syawal menjadi lebih dari sekadar program tahunan. Ia adalah gerakan kolektif yang menghubungkan berbagai elemen pemerintah, ulama, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu tujuan besar: memperkuat industri halal Indonesia dari hulu hingga hilir.

Dengan pendekatan yang semakin komprehensif dan kolaboratif, LPPOM melalui Festival Syawal terus menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya kewajiban, melainkan investasi jangka panjang. Sebuah fondasi penting untuk membangun kepercayaan, keberlanjutan usaha, dan daya saing global bagi UMKM Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi

Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi

Sulsel | Senin, 21 September 2026 | 15:31 WIB

Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?

Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:30 WIB

Awas Mobil Hangus! Ini Ciri Powerbank Mau Meledak yang Sering Dianggap Sepele

Awas Mobil Hangus! Ini Ciri Powerbank Mau Meledak yang Sering Dianggap Sepele

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:29 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kuning Kunyit di Tangan, Mudah dan Langsung Bersih

5 Cara Menghilangkan Noda Kuning Kunyit di Tangan, Mudah dan Langsung Bersih

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:25 WIB

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy, Diduga Pemberian Pengusaha

News | Senin, 21 September 2026 | 15:24 WIB

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

BRI Kasih Diskon Tiket Pertandingan Liga 1 Jadi 1 Rupiah Saja, Klaim Sekarang!

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:24 WIB

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenapa Hujan Membuat Sedih? Ini Alasan Ilmiahnya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:22 WIB

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB

×