- Pemilihan shade skin tint yang sesuai dengan undertone kulit mencegah wajah terlihat kusam dan abu-abu.
- Anda dapat mengenali undertone melalui warna pembuluh darah di pergelangan tangan serta menyesuaikannya dengan label produk.
- Pengujian produk pada area rahang dan memperhatikan proses oksidasi memastikan hasil akhir makeup tampak natural.
Suara.com - Skin tint menjadi pilihan favorit bagi banyak orang karena mampu memberikan tampilan wajah yang natural dengan tekstur ringan.
Namun, hasil makeup tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pemilihan shade yang sesuai dengan undertone kulit.
Jika shade terlalu terang atau terlalu gelap, wajah bisa terlihat abu-abu, kusam, bahkan belang dibandingkan leher.
Kulit orang Indonesia umumnya memiliki variasi undertone cool, warm, neutral, dan olive. Oleh karena itu, penting untuk memahami undertone sebelum membeli skin tint.
Berikut beberapa cara memilih shade skin tint yang tepat.
1. Kenali Undertone Kulit
Undertone adalah warna dasar kulit yang tidak berubah meski warna kulit menjadi lebih gelap atau cerah akibat paparan sinar matahari.
Secara umum, undertone terbagi menjadi warm (kuning keemasan), cool (merah muda), neutral (campuran), dan olive (kehijauan).

2. Periksa Warna Pembuluh Darah
Cara sederhana mengetahui undertone, yaitu dengan melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan. Jika terlihat kehijauan, kemungkinan Anda memiliki warm undertone.
Bila tampak kebiruan atau ungu, undertone cenderung cool, sedangkan perpaduan keduanya biasanya menunjukkan neutral undertone.
3. Sesuaikan dengan Nama Shade
Banyak merek skin tint memberikan kode shade yang memudahkan pengguna.
Shade dengan label warm, golden, honey, atau beige biasanya cocok untuk warm undertone, sementara neutral cocok untuk kulit netral.
Jika memiliki olive undertone, pilih shade yang tidak terlalu kuning atau terlalu merah agar hasilnya lebih alami.