Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:08 WIB
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
CBDK
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan marketing sales sebesar 28% dari target tahun 2026 pada kuartal pertama tahun ini.
  • Pertumbuhan penjualan didorong oleh tingginya permintaan kaveling tanah komersial di kawasan strategis Central Business District PIK2 oleh pelaku usaha.
  • Perusahaan memperkuat basis pendapatan berulang melalui optimalisasi operasional gedung konvensi NICE dan rencana pembukaan hotel Hilton Jakarta PIK2.

Suara.com - Emiten PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan capaian marketing sales sebesar 28% dari total target tahunan 2026 pada kuartal pertama tahun ini.

Realisasi awal tahun ini menjadi parameter penting bagi pelaku pasar dalam mengukur kekuatan fundamental perusahaan, terutama saat harga saham CBDK bertengger di posisi Rp4.630 per lembar.

Pertumbuhan penjualan pada periode ini didorong oleh tingginya permintaan kaveling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2.

Pihak perseroan mengindikasikan bahwa minat pelaku usaha terhadap lahan strategis untuk ekspansi bisnis mulai menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Pencapaian 28% dalam tiga bulan pertama dipandang sebagai indikator positif oleh para analis. Jika performa ini dapat dipertahankan hingga semester kedua, CBDK diyakini memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas pendapatan serta memperkuat sentimen pasar terhadap pergerakan sahamnya.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menjelaskan bahwa perusahaan tetap konsisten pada strategi monetisasi kaveling komersial.

"Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan," ujar Steven dalam keterangannya kepada media, Minggu (3/5/2026).

Bagi kalangan investor, tren ini menjadi katalis penting. Keberhasilan penjualan di tahap awal sering kali menjadi landasan dalam membentuk ekspektasi kinerja keuangan untuk kuartal-kuartal berikutnya.

Namun, pergerakan harga saham ke depan akan tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti fluktuasi suku bunga, daya beli di segmen properti premium, serta kondisi makroekonomi secara umum.

Selain fokus pada penjualan unit, CBDK juga mulai memperkuat basis recurring income atau pendapatan berulang. Strategi ini dijalankan melalui optimalisasi operasional Nusantara Indonesia Convention Exhibition (NICE) serta rencana pembukaan hotel Hilton Jakarta PIK2 pada tahun mendatang.

Langkah diversifikasi ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pendapatan dari sektor penjualan properti semata.

"Dengan telah beroperasinya NICE, yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan di NICE PIK2," tambah Steven.

Di pasar modal, posisi saham pada level Rp4.630 per lembar menempatkan CBDK pada fase yang cukup sensitif. Apabila investor memandang capaian marketing sales ini sebagai bukti nyata keberhasilan ekspansi kawasan PIK2, maka saham berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.

Namun sebaliknya, jika valuasi saat ini dianggap telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan di masa depan (priced in) atau melampaui realisasi kinerja, terbuka peluang bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Kehati-hatian investor tetap diperlukan dalam mencermati konsistensi penjualan pada kuartal-kuartal selanjutnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan informasi mengenai kinerja operasional emiten dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli saham. Investasi di pasar modal memiliki risiko fluktuasi harga; keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:22 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:45 WIB

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Terkini

Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?

Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:58 WIB

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:05 WIB

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:29 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:05 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB