Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:08 WIB
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
CBDK
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatatkan marketing sales sebesar 28% dari target tahun 2026 pada kuartal pertama tahun ini.
  • Pertumbuhan penjualan didorong oleh tingginya permintaan kaveling tanah komersial di kawasan strategis Central Business District PIK2 oleh pelaku usaha.
  • Perusahaan memperkuat basis pendapatan berulang melalui optimalisasi operasional gedung konvensi NICE dan rencana pembukaan hotel Hilton Jakarta PIK2.

Suara.com - Emiten PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan capaian marketing sales sebesar 28% dari total target tahunan 2026 pada kuartal pertama tahun ini.

Realisasi awal tahun ini menjadi parameter penting bagi pelaku pasar dalam mengukur kekuatan fundamental perusahaan, terutama saat harga saham CBDK bertengger di posisi Rp4.630 per lembar.

Pertumbuhan penjualan pada periode ini didorong oleh tingginya permintaan kaveling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2.

Pihak perseroan mengindikasikan bahwa minat pelaku usaha terhadap lahan strategis untuk ekspansi bisnis mulai menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Pencapaian 28% dalam tiga bulan pertama dipandang sebagai indikator positif oleh para analis. Jika performa ini dapat dipertahankan hingga semester kedua, CBDK diyakini memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas pendapatan serta memperkuat sentimen pasar terhadap pergerakan sahamnya.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menjelaskan bahwa perusahaan tetap konsisten pada strategi monetisasi kaveling komersial.

"Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan," ujar Steven dalam keterangannya kepada media, Minggu (3/5/2026).

Bagi kalangan investor, tren ini menjadi katalis penting. Keberhasilan penjualan di tahap awal sering kali menjadi landasan dalam membentuk ekspektasi kinerja keuangan untuk kuartal-kuartal berikutnya.

Namun, pergerakan harga saham ke depan akan tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti fluktuasi suku bunga, daya beli di segmen properti premium, serta kondisi makroekonomi secara umum.

Selain fokus pada penjualan unit, CBDK juga mulai memperkuat basis recurring income atau pendapatan berulang. Strategi ini dijalankan melalui optimalisasi operasional Nusantara Indonesia Convention Exhibition (NICE) serta rencana pembukaan hotel Hilton Jakarta PIK2 pada tahun mendatang.

Langkah diversifikasi ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pendapatan dari sektor penjualan properti semata.

"Dengan telah beroperasinya NICE, yang merupakan salah satu area MICE terbesar di Indonesia, kami terus mendorong kegiatan MICE berskala nasional dan internasional dapat diselenggarakan di NICE PIK2," tambah Steven.

Di pasar modal, posisi saham pada level Rp4.630 per lembar menempatkan CBDK pada fase yang cukup sensitif. Apabila investor memandang capaian marketing sales ini sebagai bukti nyata keberhasilan ekspansi kawasan PIK2, maka saham berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.

Namun sebaliknya, jika valuasi saat ini dianggap telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan di masa depan (priced in) atau melampaui realisasi kinerja, terbuka peluang bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Kehati-hatian investor tetap diperlukan dalam mencermati konsistensi penjualan pada kuartal-kuartal selanjutnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan ringkasan informasi mengenai kinerja operasional emiten dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli saham. Investasi di pasar modal memiliki risiko fluktuasi harga; keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:04 WIB

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:22 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:45 WIB

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Terkini

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB