Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
Foto udara ratusan pengemudi ojek online antre untuk menerima bantuan beras. Berdasarkan data BPS sebanyak 87,74 juta orang atau nyaris 60 persen penduduk (59,42 persen) terpaksa bertahan hidup di sektor informal sebagai pekerja serabutan tanpa jaminan kesejahteraan yang jelas. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Persentase pekerja formal turun menjadi 40,58%, lapangan kerja berkualitas hilang.
  • 87,74 juta rakyat terjebak di sektor informal tanpa kepastian kesejahteraan.
  • Kenaikan tertinggi hanya pada pekerja bebas pertanian, bukan sektor industri.

Suara.com - Potret ketenagakerjaan Indonesia kian suram. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data terbaru per Februari 2026 yang menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Dalam laporan terbaru BPS yang dirilis Selasa (5/5/2026) terlihat bahwa ketersedian lapangan kerja berkualitas di sektor formal terus tergerus, memaksa puluhan juta rakyat mengadu nasib di sektor informal yang penuh ketidakpastian.

Meski secara angka absolut tampak ada kenaikan, persentase penduduk yang bekerja di sektor formal justru anjlok 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2025. Kini, angka pekerja formal hanya tersisa 40,58 persen atau 59,93 juta orang. Sisanya? Sebanyak 87,74 juta orang atau nyaris 60 persen penduduk (59,42 persen) terpaksa bertahan hidup di sektor informal sebagai pekerja serabutan tanpa jaminan kesejahteraan yang jelas.

Kondisi ini diperparah dengan status pekerjaan "berusaha dibantu buruh tetap" yang mencerminkan kelas pengusaha mapan, justru mencatatkan persentase paling buncit, yakni hanya 3,60 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa iklim usaha untuk naik kelas semakin sulit di tengah tekanan ekonomi yang belum mereda.

Ironisnya, di tengah klaim pertumbuhan ekonomi, lonjakan persentase terbesar justru terjadi pada sektor pekerja bebas di pertanian yang naik 0,14 persen poin. Ini menjadi alarm keras bagi pemerintah bahwa penyerapan tenaga kerja saat ini bukan lagi soal kualitas, melainkan keterpaksaan warga untuk bekerja apa saja demi menyambung nyawa.

Penurunan persentase pekerja keluarga sebesar 0,15 persen poin juga tidak bisa dilihat sebagai prestasi, melainkan sinyal bahwa daya dukung usaha keluarga mulai rontok dihantam daya beli yang melemah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:33 WIB

Teriakan Suara Hati Buruh vs Bahasa Aman Para Elite

Teriakan Suara Hati Buruh vs Bahasa Aman Para Elite

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB