Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
Maskot Mixue dan Bingxue. (Kolase)
  • Mixue didirikan Zhang Hong Chao tahun 1997, sedangkan Bingxue didirikan Jinan Baodao tahun 2014.
  • Kedua merek tersebut merupakan entitas bisnis berbeda dengan identitas visual, maskot, serta strategi produk yang unik.
  • Mixue menutup ratusan gerai internasional pada tahun 2025 demi efisiensi bisnis, namun perusahaan tetap mencatatkan kenaikan laba.

Produk unggulan mereka seperti es krim vanilla dan fresh lemonade menjadi daya tarik utama.

Bingxue, di sisi lain, sering mempromosikan keragaman menu yang menyertakan kopi dalam lini produk utamanya.

Dengan slogan yang menekankan pada kualitas global, Bingxue berusaha memposisikan diri sebagai alternatif yang menawarkan variasi rasa yang berbeda namun tetap di rentang harga yang kompetitif bagi masyarakat luas.

Kesimpulannya, Mixue dan Bingxue bukan berasal dari satu perusahaan yang sama.

Kemiripan nama mereka berasal dari penggunaan kata mandarin "Bing" (es) dan "Xue" (salju) yang merupakan kata umum untuk bisnis minuman dingin di Cina.

Mixue adalah sang pelopor dengan sejarah panjang sejak 1997, sedangkan Bingxue adalah penantang kuat yang tumbuh pesat sejak 2014.

Sebagai konsumen, kita kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati camilan manis berkualitas tanpa harus menguras kantong.

Mixue Tutup Ratusan Gerai 

Mixue resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2020. Gerai pertamanya berlokasi di Cihampelas Walk (Ciwalk), Kota Bandung, Jawa Barat.

Setelahnya, perusahaan ini berkembang pesat di seluruh Indonesia hingga ribuan gerai.

Tetapi setelah ekspansi yang luar biasa masif, Mixue menutup ratusan gerai sepanjang tahun 2025 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat jumlah gerai internasional Mixue menyusut total 428 unit sepanjang tahun 2025.

Penurunan itu terjadi ketika Mixue mulai operasional bisnis waralaba di luar China serta menyeleksi gerai-gerai yang dinilai kurang efisien.

Meski jumlah tokonya menyusut, pendapatan perusahaan ini justru melonjak. Tahun lalu mereka mencatatkan pendapatan naik mencapai 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan atau sekitar Rp84,92 triliun. Begitu pula dengan laba bersih yang naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan atau sekitar Rp14,98 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:40 WIB

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Video | Jum'at, 10 April 2026 | 12:00 WIB

Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat

Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB