Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II 2026 di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pelemahan rupiah di Jakarta pada Mei 2026 dipicu tekanan kondisi ekonomi global.
  • Faktor penyebab mencakup kenaikan suku bunga Amerika Serikat, tensi geopolitik, serta tingginya kebutuhan valuta asing domestik musiman.
  • Bank Indonesia melakukan intervensi pasar secara maksimal dan memperkuat koordinasi pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan terus berada di pasar dalam menjaga rupiah. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebutkan pelemahan mata uang Garuda disebabkan oleh faktor tekanan global.

Menurutnya, pelemahan mata uang merupakan fenomena global yang dialami oleh hampir seluruh negara di dunia.

Menghadapi situasi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen melakukan langkah intervensi secara all out, guna menjaga stabilitas pasar dan memastikan volatilitas tetap terkendali demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Seluruh mata uang dunia itu melemah. Nah kita jaga tingkat pelemahannya itu tidak terlalu tinggi dengan all out tadi loh. Nah, kenapa rupiah itu melemah nilai tukar negara lain juga melemah? Yaitu faktor global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Perry menjelaskan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik dipicu oleh kombinasi faktor eksternal yang cukup berat, mulai dari lonjakan harga minyak hingga tensi geopolitik di Timur Tengah.

Selain itu, kenaikan suku bunga AS yang mencapai level 4,41 persen telah memperkasa posisi dolar AS di pasar global.

Uang Rupiah (pexels.com/Robert Lens)
Uang Rupiah (pexels.com/Robert Lens)

"Kondisi ini memicu terjadinya aliran modal keluar atau outflow investasi asing dari negara-negara pasar berkembang (emerging markets), yang secara langsung berdampak pada fluktuasi nilai tukar di berbagai wilayah," ungkapnya.

Selain faktor global, terdapat faktor musiman domestik yang terjadi pada periode April dan Mei, di mana permintaan valuta asing (valas) cenderung meningkat.

Kebutuhan valas ini meningkat seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat untuk ibadah Umrah dan persiapan keberangkatan Haji dan juga banyak korporask melakukan pembayaran utang luar negeri.

"Di saat yang sama, korporasi juga banyak melakukan repatriasi dividen serta pembayaran utang luar negeri, baik untuk pokok maupun bunga, yang menambah tekanan terhadap permintaan dolar," jelasnya.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Perry Warjiyo memastikan bahwa Bank Indonesia tetap siaga di pasar untuk menjaga stabilitas kurs Rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia.

BI juga terus memperkuat koordinasi pemerintah secara erat dan melaporkan perkembangan secara rutin kepada Presiden untuk memastikan dukungan penuh dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia dari dampak ketidakpastian global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:43 WIB

Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD

Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:49 WIB

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:36 WIB

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB