Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
Proses bongkar muat semen kantong Semen Gresik  di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto ist.
  • SIG bagikan seluruh laba 2025 senilai Rp190,8 miliar sebagai dividen tunai.
  • Pendapatan Kuartal I 2026 naik 8,3% menjadi Rp8,29 triliun berkat transformasi.
  • Dermaga ekspor Tuban siap beroperasi pertengahan 2026 untuk perkuat pasar global.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta hari ini, Jumat (8/5/2026).

Perseroan menyepakati penggunaan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp190,84 miliar untuk dialokasikan sepenuhnya sebagai dividen. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para investor.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa transformasi strategis yang dijalankan sejak paruh kedua 2025 telah membuahkan hasil. "SIG berhasil menciptakan titik balik dan tren kinerja positif yang terus berlanjut hingga Kuartal I 2026. Kami siap menjaga momentum pertumbuhan ini," ujarnya.

Meskipun industri semen sempat menghadapi tantangan berat, SIG berhasil mencatatkan rapor hijau pada awal tahun ini. Pada Kuartal I 2026, volume penjualan perusahaan naik 1,7% secara tahunan (yoy) menjadi 8,71 juta ton. Pertumbuhan ini mengerek pendapatan perusahaan hingga Rp8,29 triliun, atau tumbuh sebesar 8,3% (yoy).

Menghadapi persaingan domestik yang ketat, SIG meluncurkan strategi penguatan pasar internasional. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation untuk menuntaskan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas infrastruktur besar ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026. Dermaga ini diproyeksikan menjadi "mesin pertumbuhan baru" yang akan memperkuat margin usaha melalui ekspor, sekaligus meningkatkan utilisasi kapasitas produksi perusahaan secara keseluruhan.

SIG optimis industri semen nasional akan masuk ke fase pemulihan yang lebih stabil tahun ini, selaras dengan target pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,2% - 5,5%. Permintaan semen domestik diperkirakan tumbuh moderat 1-2%, yang dipicu oleh pemulihan daya beli masyarakat serta percepatan proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

Selain pembagian dividen, RUPST tersebut juga menyetujui laporan tahunan, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta perubahan anggaran dasar perseroan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

BBRI Bagi-bagi Dividen Rp31,47 T Hari Ini, Cek Rekening Anda Sekarang!

BBRI Bagi-bagi Dividen Rp31,47 T Hari Ini, Cek Rekening Anda Sekarang!

Bri | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB