Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB
BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026
Harga rumah mengalami perlambatan pada kuartal I-2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat pertumbuhan harga properti residensial pada kuartal I 2026 sebesar 0,62 persen secara tahunan.
  • Penjualan unit properti residensial pada periode yang sama mengalami penurunan cukup dalam sebesar 25,67 persen.
  • Dana internal pengembang menjadi sumber pendanaan utama pembangunan, sedangkan konsumen dominan menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal I 2026 masih mencatat pertumbuhan terbatas.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny, mengatakan berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada periode tersebut tumbuh sebesar 0,62 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 0,83 persen (yoy)," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
Harga rumah mengalami perlambatan pada kuartal I-2026. [Antara]

Di sisi lain, penjualan rumah atau unit properti residensial secara keseluruhan mengalami kontraksi cukup dalam. Penjualan tercatat turun sebesar 25,67 persen (yoy), berbalik arah dibandingkan triwulan IV 2025 yang sempat tumbuh 7,83 persen (yoy).

"Angka tersebut berbanding terbalik dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 yang sempat menguat di angka 7,83 persen (yoy)," bebernya.

Berdasarkan tipe properti, penjualan unit residensial tipe menengah tercatat mengalami peningkatan. Namun, penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar masih lemah dan belum menunjukkan penguatan pasar yang signifikan.

Dari sisi pendanaan, dana internal pengembang masih menjadi sumber utama pembangunan proyek properti residensial. Ramdan menyebut pangsa pendanaan internal mencapai 80,66 persen dari total kebutuhan pembiayaan perusahaan.

Sementara dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti di pasar primer. Pangsa penggunaan KPR tercatat mencapai 69,87 persen dari total skema pembelian.

Kondisi tersebut menunjukkan peran penting sektor perbankan dan kebijakan BI dalam menjaga daya beli masyarakat di sektor hunian.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Terkini

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:08 WIB

Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan

Aturan Pajak Marketplace Resmi Berlaku, Cek Daftar Omzet yang Bebas Potongan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:49 WIB

Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?

Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:49 WIB

Mantan Jenderal Kuasai BUMN Tambang! Antam, Timah dan Bukit Asam Kini Dipimpin Lulusan Akmil

Mantan Jenderal Kuasai BUMN Tambang! Antam, Timah dan Bukit Asam Kini Dipimpin Lulusan Akmil

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:35 WIB

Dompet Lebih Aman! Harga Cabai, Ayam, dan Telur Turun Serentak Hari Ini

Dompet Lebih Aman! Harga Cabai, Ayam, dan Telur Turun Serentak Hari Ini

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:33 WIB

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:48 WIB