Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir April 2026 mengalami penyusutan tipis. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Cadev April 2026 turun ke US$146,2 miliar (Rp2.539 T) akibat pembayaran utang & stabilitas Rupiah.
  • Posisi devisa tetap aman, setara 5,8 bulan impor, di atas standar internasional 3 bulan.
  • BI tetap optimistis sektor eksternal kuat didukung aliran modal asing dan persepsi positif.

Suara.com - Ketidakpastian pasar keuangan global kembali membuat pundi-pundi devisa Tanah Tanah Air terus berkurang. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir April 2026 mengalami penyusutan tipis.

Berdasarkan data terbaru, posisi cadev RI parkir di level 146,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.539 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp34,7 triliun dibandingkan posisi pada akhir Maret 2026 yang sempat menyentuh 148,2 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan bahwa penurunan ini merupakan konsekuensi dari langkah strategis otoritas moneter dalam menjaga stabilitas di tengah gejolak pasar.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah," ujar Denny dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Denny menegaskan, langkah intervensi atau stabilisasi tersebut diambil sebagai respons sigap Bank Indonesia terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global yang kian dinamis.

Meski melandai, BI menjamin bahwa "benteng" pertahanan ekonomi ini masih sangat kokoh. Posisi cadev saat ini setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor, atau 5,6 bulan impor jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang dipatok sekitar 3 bulan impor," imbuhnya.

Bank Indonesia optimistis sektor eksternal RI tetap terjaga. Keyakinan ini didorong oleh persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional serta imbal hasil investasi yang tetap kompetitif di mata dunia.

Ke depan, BI berkomitmen terus mempererat kolaborasi dengan Pemerintah. "Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandas Denny.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:58 WIB

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

BYAN Cabut Force Majeure Usai RKAB Terbit

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 14:57 WIB

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Mitsubishi Fuso Ajak Pemilik Canter Euro4 Jalani Pengecekan Lampu Rem

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

Peringati Hari Tani di Senayan, AGRA Buka Suara soal Peluang Audiensi dengan DPR

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:53 WIB

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Pesta Diskon BRI Debit di Lazada Payday Festival, Borong Belanjaan Harga Murah!

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Lenovo Bawa AI ke Dunia Kerja, Desktop hingga Monitor Kini Makin Pintar

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

KPA Soroti Aturan Baru Reforma Agraria, Singgung Pembatasan Konsesi Besar

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

×