Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB
Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun
IIustrasi Kilang Minyak [Pexels].
  • Harga minyak mentah dunia turun pada Rabu 13 Mei 2026 akibat sikap investor yang menanti perkembangan geopolitik.
  • Kunjungan Presiden Donald Trump ke China untuk menemui Presiden Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pekan ini di Beijing.
  • Lonjakan harga minyak mentah memicu kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global tahun ini.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada sesi perdagangan hari Rabu 13 Mei 2026, setelah sempat mencatatkan penguatan selama tiga sesi berturut-turut.

Penurunan ini terjadi di tengah sikap investor yang memilih wait and see memantau perkembangan gencatan senjata yang kian rapuh dalam perang Iran, serta rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke China untuk menggelar KTT krusial bersama Presiden Xi Jinping.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka merosot 82 sen atau 0,76 persen ke level 106,95 dolar AS per barel pada pukul 00.51 GMT (07.51 WIB).

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 66 sen atau 0,65 persen ke posisi 101,52 dolar AS per barel.

Secara umum, kedua harga acuan minyak dunia tersebut terus bertengger di kisaran atau bahkan di atas level psikologis 100 dolar AS per barel sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu, yang kemudian direspons Tehran dengan memblokade Selat Hormuz.

Padahal pada perdagangan Selasa kemarin, harga minyak sempat melonjak lebih dari 3 persen karena pupusnya harapan pasar akan gencatan senjata yang langgeng antara AS dan Iran.

Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)

Situasi buntu tersebut meredupkan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur logistik vital yang biasanya dilewati oleh hampir seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump pada hari Selasa menegaskan bahwa dirinya merasa tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Pernyataan ini keluar meskipun prospek perdamaian semakin menipis dan Tehran justru kian memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

China sendiri sejauh ini tercatat sebagai pembeli minyak Iran terbesar, terlepas dari tekanan sanksi yang terus dilayangkan oleh pemerintahan Trump.

Sesuai jadwal, Trump akan bertemu dengan sejawatnya, Xi Jinping, di Beijing pada Kamis dan Jumat pekan ini.

"Melihat durasi gangguan dan besarnya potensi kehilangan pasokan, yang saat ini sudah menembus lebih dari 1 miliar barel, harga minyak kemungkinan besar akan tetap bertahan di atas 80 dolar AS per barel hingga akhir tahun ini," tulis lembaga konsultan Eurasia Group dalam nota analisisnya kepada klien.

Dampak perang dengan Iran pun mulai memukul perekonomian AS sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Lonjakan harga minyak mentah telah memicu kenaikan harga bahan bakar di tingkat konsumen, dan para ekonom memproyeksikan efek domino jilid dua akan semakin terasa dalam beberapa bulan ke depan.

Pada bulan April, indeks harga konsumen di AS melonjak tajam selama dua bulan berturut-turut, hingga mencatatkan kenaikan inflasi tahunan tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menahan suku bunga acuan di level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Ilustrasi Inflasi (Freepik)
Ilustrasi Inflasi (Freepik)

"Lonjakan inflasi yang nyata di negara-negara maju memang belum sampai menekan angka belanja riil secara drastis. Namun, penurunan meluas pada sentimen konsumen dan intensi perekrutan tenaga kerja menunjukkan indikasi bahwa kondisi yang lebih buruk siap mengintai," ungkap Capital Economics dalam catatan risetnya.

Tingginya suku bunga acuan dinilai berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi dan meredam permintaan minyak global. Meski demikian, perang Iran yang berkepanjangan terus menguras stok dalam negeri AS.

Berdasarkan data dari American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah domestik AS menyusut selama empat pekan berturut-turut pada minggu lalu, yang diikuti oleh penurunan stok produk sulingan (distillate).

Data resmi mengenai cadangan minyak ini dijadwalkan akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat (14.30 GMT).

Senada dengan data API, jajak pendapat yang dilakukan Reuters juga memproyeksikan terjadinya penurunan stok komoditas tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:53 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi

Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:15 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:36 WIB

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:13 WIB

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB