Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:36 WIB
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
  • Harga minyak Brent tembus US$ 126/barel, rekor tertinggi 4 tahun akibat konflik AS-Iran.
  • Selat Hormuz ditutup, picu kelangkaan mi instan hingga alkes dan lonjakan inflasi di Asia.
  • Ekonom peringatkan risiko resesi global 2026 jika gangguan pasokan minyak terus berlanjut.

Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran benar-benar membawa mimpi buruk bagi ekonomi global. Imbas penutupan Selat Hormuz yang masih berlanjut, harga si 'emas hitam' sempat meroket hingga melampaui angka US$ 126 per barel pada perdagangan Kamis (30/4) kemarin.

Mengutip laporan CNN, Jumat (1/5/2026), harga minyak mentah jenis Brent yang menjadi acuan global sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir di angka US$ 126,41 per barel. Meski sempat melandai ke US$ 115,8 seiring menipisnya volume perdagangan, angka ini tetap menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas ekonomi dunia.

Jika ditarik garis ke belakang, lonjakan ini tergolong ekstrem. Sebelum genderang perang bertalu, harga Brent hanya anteng di kisaran US$ 73 per barel. Artinya, sejak tensi AS-Iran memanas di awal tahun, harga minyak dunia sudah melonjak hampir dua kali lipat.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun tipis 0,7% ke level US$ 106 per barel. Namun, kondisi di lapangan tetap mencekam. Di Amerika Serikat, harga rata-rata bensin kini menembus US$ 4,30 atau setara Rp 19.687 per liter (asumsi kurs Rp 17.307 per dolar AS).

Kenaikan harga minyak ini tak sekadar memukul sektor transportasi. Produk turunan minyak bumi seperti plastik, karet sintetis, hingga tekstil ikut terkerek naik. Bahkan, krisis ini mulai merembet ke urusan perut dan kebutuhan medis.

Di pasar Asia, kelangkaan barang mulai terasa nyata. Stok sarung tangan medis, mi instan, hingga kosmetik dilaporkan menipis akibat tingginya biaya produksi dan gangguan rantai pasok. Kondisi ini diprediksi akan segera menjalar ke wilayah lain, mengingat Asia merupakan pusat produksi barang dunia sekaligus importir energi terbesar.

Para ekonom kini mulai menyalakan alarm peringatan. Jika gangguan pasokan di Selat Hormuz berlanjut hingga paruh kedua 2026, resesi global bukan lagi sekadar prediksi, melainkan keniscayaan. Inflasi yang gila-gilaan dan penurunan daya beli konsumen menjadi ancaman nyata di depan mata.

"Harga minyak tidak punya pilihan selain naik sampai pembukaan kembali selat secara permanen terwujud. Saat ini, bagaimana dan kapan itu akan terjadi masih menjadi tebak-tebakan siapa pun," ujar Vandana Hari, pendiri Vanda Insights.

Dunia kini hanya bisa menunggu dan berharap ketegangan di Teluk segera mereda sebelum ekonomi global benar-benar tumbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

Donald Trump Ancam Iran Pakai Gambar AI Berpistol: No More Mr Nice Guy!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 14:18 WIB

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:13 WIB

Terkini

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:10 WIB

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:30 WIB

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:23 WIB

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:16 WIB

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB