Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

M Nurhadi

Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB
Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS
Ilustrasi aktivitas kapal tanker di Selat Hormuz [Unsplash/Hisham]
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia turun pada Senin pagi setelah Presiden Trump berjanji mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  • Meski ada upaya negosiasi, harga minyak tetap bertahan di atas 100 dolar per barel karena belum tercapai kesepakatan damai.
  • OPEC+ berencana meningkatkan produksi minyak pada Juni, namun pasokan global tetap terganggu akibat ketidakpastian konflik di Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak dunia mengalami sedikit penurunan pada perdagangan Senin (4/5/2026) pagi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengupayakan kapal-kapal di Selat Hormuz dan upaya negosiasi yang dibuka oleh pihak Iran dengan AS.

Meski demikian, belum adanya kesepakatan damai yang permanen antara AS dan Iran membuat harga minyak tetap tertahan di level tinggi di atas $100 per barel.

Hingga pukul 23.08 GMT, harga minyak mentah berjangka jenis Brent turun 64 sen atau 0,59% ke level $107,53 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di posisi $101,10 per barel, turun 84 sen atau 0,82% setelah sebelumnya juga mencatatkan kerugian signifikan pada akhir pekan lalu.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada hari Minggu (Senin Pagi WIB), Donald Trump menegaskan komitmennya untuk mencairkan kebuntuan logistik di jalur perairan paling vital di dunia tersebut.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka keluar dari jalur air yang terbatas ini dengan aman, sehingga mereka dapat menjalankan bisnisnya dengan bebas dan cakap," tulis Trump.

Langkah ini dilihat pasar sebagai upaya meredam ketegangan pasokan energi global. Namun, para analis menilai sentimen ini masih bersifat sementara karena lalu lintas di Selat Hormuz pada faktanya masih sangat terbatas dan ancaman blokade belum sepenuhnya hilang.

Negosiasi Nuklir dan Kebuntuan Diplomasi

Meskipun komunikasi antara Washington dan Teheran terus berlanjut sepanjang akhir pekan, kedua belah pihak dilaporkan masih menemui jalan buntu pada poin-poin krusial. Analis dari ANZ menyebutkan bahwa pembicaraan damai terhenti karena kedua belah pihak menolak untuk melunakkan "garis merah" (batasan) masing-masing.

baca juga

Donald Trump menjadikan kesepakatan nuklir baru dengan Teheran sebagai prioritas utama. Di sisi lain, Iran mengajukan proposal untuk mengesampingkan isu nuklir hingga perang berakhir dan kedua belah pihak sepakat untuk mencabut blokade pelayaran di Teluk secara timbal balik.

Respons OPEC+ dan Gangguan Pasokan

Di tengah krisis ini, organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) menyatakan akan menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada Juni mendatang.

Ini merupakan kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut yang dilakukan oleh tujuh anggota organisasi tersebut.

Kenaikan volume produksi ini sebenarnya sama dengan kesepakatan pada bulan Mei, dikurangi pangsa Uni Emirat Arab (UEA) yang telah resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei lalu. Namun, para pakar energi menilai tambahan pasokan ini sebagian besar hanya akan ada "di atas kertas".

Selama konflik bersenjata masih mengganggu pasokan minyak melalui Selat Hormuz, tambahan produksi tersebut akan sulit menjangkau pasar global secara efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:55 WIB

Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan

Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×