Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
Harga bahan pokok masih normal meski rupiah melemah. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa harga pangan pokok nasional tetap stabil meski rupiah sedang mengalami pelemahan.
  • Kenaikan harga minyak goreng premium di pasar dipicu oleh tingginya harga komoditas CPO dunia bukan faktor kurs.
  • Pemerintah terus mengoptimalkan distribusi MinyaKita serta melakukan pemantauan harga agar inflasi pangan tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan. Ia melihat, selama ini harga pangan masih terbilang normal.

"Selama ini kan normal ya. Alhamdulillah enggak ada masalah," ujar Mendag saat kunjungan ke Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, sejauh ini kondisi harga pangan pokok secara umum masih relatif stabil dan pasokan nasional dinilai aman.

Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Pemerintah, kata Mendag, terus memantau perkembangan harga agar gejolak global maupun tekanan nilai tukar tidak langsung membebani masyarakat.

"Disampaikan juga oleh Pak Menteri Pangan, harga cukup bagus, stabil," jelasnya.

Meski demikian, Mendag mengakui ada kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, terutama minyak goreng premium, yang lebih dipengaruhi oleh naiknya harga global Crude Palm Oil (CPO) dibanding pelemahan kurs semata.

Ia menilai kenaikan harga minyak premium lebih berkaitan dengan mekanisme pasar karena produk tersebut tidak diatur melalui skema subsidi seperti MinyaKita.

"Kalau kita lihat memang seperti itu karena memang premium, kemudian di luar MinyaLita ya, pasti dia menyesuaikan dengan harga CPO yang sekarang lagi naik sekarang ini," tutur Budi.

Selain faktor CPO dunia, ia menyebut distribusi juga menjadi salah satu komponen yang memengaruhi harga di lapangan.

baca juga

Karena itu, pemerintah menempatkan Minyakita sebagai instrumen penyeimbang agar lonjakan harga minyak goreng nonsubsidi tidak terlalu membebani konsumen.

"MinyaKita itu instrumen untuk stabilisasi harga. Jadi fungsinya itu penyeimbang," katanya.

Budi menyatakan, selama pasokan nasional tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, pelemahan rupiah tidak otomatis langsung memicu lonjakan harga pangan secara menyeluruh.

Pemerintah juga disebut terus menyiapkan intervensi jika ada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama melalui penguatan distribusi dan stabilisasi pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Terkini

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Sekolah Kemitraan dan Mobilitas Sosial: Pendekatan Collaborative Governance

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:43 WIB

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Sunscreen Innisfree untuk Kulit Apa? Ini 4 Pilihan dengan SPF 50+ dan Tidak Perih di Mata

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

Soal Fatwa Haram Hadiah Lomba 17 Agustus, Ini Penjelasan MUI DKI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Harga Mobil Listrik Kini Lebih Murah dari Hybrid

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

Didakwa Terima USD 271.500 Kasus Haji, Yaqut Siapkan Perlawanan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:34 WIB

×