Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
Sejarah mencatat tahun 1998 sebagai periode paling kelam ekonomi Indonesia. Nilai tukar Rupiah yang semula berada di level Rp2.500 per dolar AS terjun bebas hingga menyentuh titik nadir Rp16.800. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Habibie memakai logika aeronautika untuk atasi Rupiah yang anjlok ke Rp16.800.
  • Lewat kebijakan terukur, Rupiah menguat signifikan hingga level Rp6.500.
  • Fokus utama Habibie adalah pulihkan trust pasar dan independensi dari IMF.

Suara.com - Sejarah mencatat tahun 1998 sebagai periode paling kelam ekonomi Indonesia. Nilai tukar Rupiah yang semula berada di level Rp2.500 per dolar AS terjun bebas hingga menyentuh titik nadir Rp16.800.

Krisis ini memicu inflasi hebat, kebangkrutan massal sektor perbankan, hingga kerusuhan sosial yang mengakhiri era Orde Baru.

Di tengah puing-puing ekonomi tersebut, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie naik takhta menjadi Presiden RI ke-3 pada 21 Mei 1998. Meski banyak ekonom meragukan kapasitasnya karena latar belakangnya sebagai insinyur penerbangan, Habibie justru berhasil melakukan keajaiban ekonomi dengan membawa Rupiah menguat tajam hingga ke level Rp6.500 per dolar AS.

Presiden Indonesia ke-3 Bacharudin Jusuf Habibie (Instagram/habibiecenter)
Presiden Indonesia ke-3 Bacharudin Jusuf Habibie (Instagram/habibiecenter)

Alih-alih menggunakan teori ekonomi statis, Habibie menggunakan logika Aeronautical (kedirgantaraan) untuk menyelamatkan Rupiah. Ia melihat kondisi ekonomi Indonesia saat itu layaknya pesawat yang sedang mengalami stall atau kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat karena moncong yang terlalu mendongak, sehingga terancam jatuh bebas.

Ekonom Umar Juoro menjelaskan bahwa Habibie memandang fluktuasi Rupiah sebagai turbulensi udara. Untuk mencegah pesawat (ekonomi) hancur berantakan (crash), Habibie fokus pada prinsip keseimbangan antara gaya angkat dan gravitasi. Dalam konteks ekonomi, "gaya angkat" tersebut adalah kepercayaan (trust) dan kredibilitas pasar.

Salah satu langkah berani Habibie adalah caranya bernegosiasi dengan IMF. Saat itu, krisis kepercayaan telah menjalar hingga terjadi aksi rush (penarikan uang besar-besaran) di perbankan.

Habibie menyadari bahwa masalah Indonesia bukan sekadar hitungan angka, melainkan emosi dan kepercayaan masyarakat. Untuk mengembalikan stabilitas, pemerintahannya mengambil langkah strategis dengan menjamin 100% simpanan nasabah di bank untuk menghentikan kepanikan, menaikkan suku bunga deposito hingga 60% untuk menarik minat pasar dan melkaukan restrukturisasi perbankan melalui penggabungan bank-bank yang sakit.

"Saya tahu kami butuh kredibilitas," tegas Habibie saat itu menanggapi tekanan IMF. Hasilnya, meski masa jabatannya singkat, tangan dingin sang teknokrat berhasil membuat ekonomi Indonesia melakukan soft landing dan keluar dari zona kritis.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.500, Menteri Bahlil Gelar Rapat Darurat Bahas Nasib Harga BBM

Rupiah Loyo ke Rp17.500, Menteri Bahlil Gelar Rapat Darurat Bahas Nasib Harga BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:49 WIB

Terkini

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

×