Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
Sejarah mencatat tahun 1998 sebagai periode paling kelam ekonomi Indonesia. Nilai tukar Rupiah yang semula berada di level Rp2.500 per dolar AS terjun bebas hingga menyentuh titik nadir Rp16.800. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Habibie memakai logika aeronautika untuk atasi Rupiah yang anjlok ke Rp16.800.
  • Lewat kebijakan terukur, Rupiah menguat signifikan hingga level Rp6.500.
  • Fokus utama Habibie adalah pulihkan trust pasar dan independensi dari IMF.

Suara.com - Sejarah mencatat tahun 1998 sebagai periode paling kelam ekonomi Indonesia. Nilai tukar Rupiah yang semula berada di level Rp2.500 per dolar AS terjun bebas hingga menyentuh titik nadir Rp16.800.

Krisis ini memicu inflasi hebat, kebangkrutan massal sektor perbankan, hingga kerusuhan sosial yang mengakhiri era Orde Baru.

Di tengah puing-puing ekonomi tersebut, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie naik takhta menjadi Presiden RI ke-3 pada 21 Mei 1998. Meski banyak ekonom meragukan kapasitasnya karena latar belakangnya sebagai insinyur penerbangan, Habibie justru berhasil melakukan keajaiban ekonomi dengan membawa Rupiah menguat tajam hingga ke level Rp6.500 per dolar AS.

Presiden Indonesia ke-3 Bacharudin Jusuf Habibie (Instagram/habibiecenter)
Presiden Indonesia ke-3 Bacharudin Jusuf Habibie (Instagram/habibiecenter)

Alih-alih menggunakan teori ekonomi statis, Habibie menggunakan logika Aeronautical (kedirgantaraan) untuk menyelamatkan Rupiah. Ia melihat kondisi ekonomi Indonesia saat itu layaknya pesawat yang sedang mengalami stall atau kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat karena moncong yang terlalu mendongak, sehingga terancam jatuh bebas.

Ekonom Umar Juoro menjelaskan bahwa Habibie memandang fluktuasi Rupiah sebagai turbulensi udara. Untuk mencegah pesawat (ekonomi) hancur berantakan (crash), Habibie fokus pada prinsip keseimbangan antara gaya angkat dan gravitasi. Dalam konteks ekonomi, "gaya angkat" tersebut adalah kepercayaan (trust) dan kredibilitas pasar.

Salah satu langkah berani Habibie adalah caranya bernegosiasi dengan IMF. Saat itu, krisis kepercayaan telah menjalar hingga terjadi aksi rush (penarikan uang besar-besaran) di perbankan.

Habibie menyadari bahwa masalah Indonesia bukan sekadar hitungan angka, melainkan emosi dan kepercayaan masyarakat. Untuk mengembalikan stabilitas, pemerintahannya mengambil langkah strategis dengan menjamin 100% simpanan nasabah di bank untuk menghentikan kepanikan, menaikkan suku bunga deposito hingga 60% untuk menarik minat pasar dan melkaukan restrukturisasi perbankan melalui penggabungan bank-bank yang sakit.

"Saya tahu kami butuh kredibilitas," tegas Habibie saat itu menanggapi tekanan IMF. Hasilnya, meski masa jabatannya singkat, tangan dingin sang teknokrat berhasil membuat ekonomi Indonesia melakukan soft landing dan keluar dari zona kritis.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.500, Menteri Bahlil Gelar Rapat Darurat Bahas Nasib Harga BBM

Rupiah Loyo ke Rp17.500, Menteri Bahlil Gelar Rapat Darurat Bahas Nasib Harga BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:49 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×