Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pedagang Keluhkan Harga Sapi Naik Tinggi Jelang Iduladha, Ini Penyebabnya

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB
Pedagang Keluhkan Harga Sapi Naik Tinggi Jelang Iduladha, Ini Penyebabnya
harga sapi kurban 2026 (dibuat menggunakan AI)
  • Harga sapi jawa menjelang Iduladha 2026 melonjak hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kenaikan biaya pakan peternak.
  • Sapi bali menjadi alternatif pilihan masyarakat karena biaya pemeliharaannya lebih efisien serta memiliki harga jual yang lebih stabil.
  • Permintaan hewan kurban dari pengurus masjid dan perkantoran tetap tinggi meskipun terjadi peningkatan harga di berbagai pasar.

Suara.com - Angka penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026 mulai diwarnai oleh kenaikan harga yang cukup tajam, khususnya pada komoditas sapi jawa.

Para pedagang musiman di lapangan mengungkapkan bahwa lonjakan harga jual tahun ini menembus kisaran 25 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Seorang pedagang hewan kurban, Pepeng (30), menjelaskan bahwa tren kenaikan harga ini sudah terasa sejak dari tingkat peternak lokal pada awal musim pembukaan pasar kurban tahun ini.

"Kalau sapi jawa memang naik lumayan tinggi tahun ini," kata Pepeng kepada Suara.com, Selasa (19/5/2026).

Sebagai ilustrasi perbandingan modal operasional, Pepeng menyebutkan bahwa pada tahun lalu satu ekor sapi jawa berukuran standar masih bisa diperoleh dengan harga modal di kisaran Rp20 juta. Namun saat ini, nilai tebus di tingkat peternak telah melambung tinggi.

"Tahun lalu modal sapi jawa sekitar Rp20 juta, sekarang bisa sampai Rp25 juta," ujarnya.

Faktor Biaya Pakan Khusus Peternakan

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun para pedagang dari pihak hulu, tingginya harga jual sapi jawa ini dipicu langsung oleh pembengkakan biaya pemeliharaan, terutama pengadaan pakan berkualitas.

Sapi jawa dikenal memerlukan formula pakan dan perlakuan yang lebih spesifik agar pertumbuhan bobot dagingnya bisa mencapai target optimal sebelum hari penyembelihan.

"Peternak juga mengaku sekarang biaya pakannya naik. Sapi jawa itu perlu pakan yang lebih khusus supaya cepat gemuk dan kualitasnya bagus," ucap Pepeng.

Karakteristik biologis tersebut membuat struktur biaya pemeliharaan sapi jawa menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis ras sapi lainnya, seperti sapi bali.

Menurut pengalaman para pedagang, sapi bali relatif lebih efisien dalam hal pemeliharaan karena memiliki daya adaptasi lingkungan yang tinggi dan tidak bergantung pada konsentrat pakan mahal.

"Kalau sapi bali relatif lebih gampang. Pakannya enggak semahal sapi jawa, tapi lebih mudah gemuk juga. Rumput liar gitu juga bisa," tambahnya.

Perbedaan biaya input tersebut membuat harga jual sapi bali pada musim kurban tahun 2026 ini cenderung lebih stabil dan terkendali, menjadikannya salah satu opsi alternatif yang paling diminati oleh para mudhohi (orang yang berkurban).

Meski harga beli sapi jawa terkoreksi naik cukup tinggi, pergerakan omzet pedagang sejauh ini belum menunjukkan adanya indikasi penurunan daya beli yang drastis. Minat kolektif masyarakat untuk menunaikan ibadah kurban terpantau tetap berjalan normal.

Arus permintaan pasar saat ini didominasi oleh segmen kelembagaan, seperti Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) maupun panitia kurban perkantoran yang mencari sapi berukuran besar untuk skema kurban patungan (bersama).

"Alhamdulillah pembeli masih ada terus. Biasanya DKM tetap cari sapi buat kurban bersama," tuturnya.

Pergerakan volume transaksi di lapak-lapak penjualan diproyeksikan akan memasuki fase beban puncak (peak season) pada dua pekan menjelang hari H. Pola perilaku konsumen domestik umumnya baru akan melakukan pembayaran dan transaksi final pada kurun waktu H-10 hingga H-2 sebelum pelaksanaan salat Iduladha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral di Medsos, Sapi Menangis Usai Ngamuk dan Seruduk Pemilik karena Mau Dijual

Viral di Medsos, Sapi Menangis Usai Ngamuk dan Seruduk Pemilik karena Mau Dijual

Entertainment | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:45 WIB

Bolehkah Daging Kurban Dibagikan setelah Dimasak? Ini Ketentuan yang Benar dalam Islam

Bolehkah Daging Kurban Dibagikan setelah Dimasak? Ini Ketentuan yang Benar dalam Islam

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:05 WIB

Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berurutan? Begini Hukumnya dalam Islam

Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari Berurutan? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:59 WIB

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

News | Senin, 18 Mei 2026 | 07:28 WIB

Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam

Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:35 WIB

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:50 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:02 WIB