Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 20 Mei 2026 | 15:15 WIB
Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia
Prabowo Subianto bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (Gemini AI)
baca 10 detik
  • BUMN ini mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan paduan besi.
  • Tujuannya menghancurkan manipulasi nilai perdagangan atau misinvoicing agar devisa hasil ekspor masuk ke dalam negeri.
  • Langkah tegas ini diharapkan melonjakkan penerimaan negara demi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Suara.com - Praktik kotor di sektor ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia kini menemui lawan sepadan. Selama bertahun-tahun, negara ditengarai kerap dirugikan oleh ulah oknum atau "mafia" perdagangan yang memanipulasi data dan melarikan dolar ke luar negeri.

Menjawab tantangan ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah drastis dengan meluncurkan "senjata" pamungkas: PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

Keberadaan perusahaan ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026). Lewat perusahaan ini, pemerintah tidak akan lagi membiarkan kekayaan alam Indonesia diekspor secara bebas tanpa pengawasan ketat.

Lantas, apa sebenarnya PT Danantara Sumber Daya Indonesia dan bagaimana cara kerjanya menyikat para mafia ekspor?

Penjaga Gerbang Harta Karun RI

Secara harfiah, PT Danantara Sumber Daya Indonesia adalah sebuah perusahaan baru yang dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Perusahaan ini ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menjadi BUMN pengelola dan pengawas tunggal tata niaga ekspor komoditas SDA strategis.

Dengan aturan baru ini, transaksi ekspor komoditas "raksasa" tanah air wajib dilakukan melalui BUMN ini. Beberapa komoditas yang langsung masuk dalam target pengawasan ketat adalah:

  • Batu Bara
  • Minyak Kelapa Sawit (CPO)
  • Fero Alloy (Paduan Besi)

Artinya, pihak swasta tidak bisa lagi main mata dalam mengekspor tiga komoditas penyumbang cuan terbesar bagi Indonesia ini. Semua harus melewati pintu yang dijaga oleh Danantara Sumber Daya Indonesia.

baca juga
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye]
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye]

Bagaimana Cara Kerjanya "Menyikat" Mafia?

Pembentukan BUMN khusus ekspor ini bukan sekadar menambah birokrasi, melainkan sebuah strategi mematikan untuk menutup celah-celah kecurangan yang selama ini dieksploitasi oleh mafia ekspor. Berikut adalah misi utamanya:

1. Menghancurkan Praktik Trade Misinvoicing

Ini adalah trik lawas para mafia. Trade misinvoicing adalah praktik manipulasi nilai perdagangan. Sebagai contoh, melaporkan harga atau volume barang lebih rendah dari aslinya untuk menghindari pajak dan bea keluar.

Dengan hadirnya Danantara SDA, seluruh data ekspor akan divalidasi dengan sangat ketat. Integritas data akan menjadi senjata untuk menghentikan kebohongan pelaporan.

2. Memaksa Dolar "Pulang Kampung"

Sering kali, hasil penjualan kekayaan alam Indonesia justru diparkir di bank-bank luar negeri.

Lewat BUMN pengawas ini, pemerintah akan memperkuat kontrol agar Devisa Hasil Ekspor (DHE) benar-benar masuk ke sistem keuangan dalam negeri.

Hasilnya? Cadangan devisa negara akan membengkak dan nilai tukar Rupiah akan jauh lebih stabil.

3. Mencekik Praktik Perdagangan Ilegal

Transparansi data yang dibangun oleh Danantara SDA akan membuat pasar lebih kredibel.

Ruang gerak penyelundup dan pelaku perdagangan ilegal akan semakin sempit karena setiap ton komoditas yang keluar dari perairan Indonesia akan tercatat dan diawasi oleh negara.

Demi Kedaulatan Ekonomi

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penertiban tata kelola ekspor SDA ini adalah langkah mutlak untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Jika praktik manipulasi berhasil disikat bersih, dampaknya akan langsung terasa pada kas negara.

Penerimaan negara,baik dari pajak, bea keluar, maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),diproyeksikan akan melonjak tajam.

Pada akhirnya, kekayaan alam Indonesia akan kembali pada tujuan utamanya: memberikan manfaat dan kesejahteraan yang seutuhnya bagi rakyat di dalam negeri, bukan menebalkan kantong para mafia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:26 WIB

Prabowo Sebut Sawit-Batu Bara Bikin Cuan RI

Prabowo Sebut Sawit-Batu Bara Bikin Cuan RI

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:16 WIB

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:12 WIB

Terkini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:51 WIB

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:38 WIB

×